1041 Kamis, 29 Oktober 2015 | 15:07:23

Atur Gaji 6 Juta Agar Bisa Punya Mobil dan Rumah

Atur Gaji 6 Juta Agar Bisa Punya Mobil dan Rumahdesainrumahminimalis

Transportasi menjadi hal yang terpenting untuk orang yang tinggal di kawasan megapolitan Jabodetabek. Terutama bagi perumahan  yang transportasi masih kurang memadai sehingga kehadiran mobil pribadi menjadi sebuah kebutuhan penting.

Lain halnya jika sistem transportasinya bagus dan terintegrasi sampai pada area permukiman, memiliki kendaraan pribadi tidak lagi relevan. Meskipun kendaraan itu penting namun tetap saja kendaraan menjadi kebutuhan sekunder, dan rumah tetap menjadi kebutuhan nomor satu.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dengan orang yang mempunyai penghasilan yang tidak besar atau bahkan pas-pasan tetapi ingin memiliki keduanya.

Jika kita mau berusaha pasti akan selalu ada jalan untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan dan impian kita. Cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mencari pembiayaan dari bank atau lembaga pembiayaan. Namun yang harus diingat adalah besar angsuran kredit maksimal harus sepertiga gaji dari gaji yang dimiliki.

Rumus batas angsuran kredit  ini dibuat dengan tujuan agar dapat  menjamin yang bersangkutan untuk tetap dapat   berkembang dan eksis, contohnya yang bersangkutan tetap dapat memenuhi  kebutuhan rumah tangga, sekolah, dan kesehatan bagi keluarganya.

Rumah yang akan dibeli harus diupayakan harganya jangan   lebih dari Rp200 juta. Bahkan kalau bisa carilah rumah yang harganya  di bawah Rp200 juta, misalnya sebesar Rp170 jutaan.

Di kawasan Bodetabek masih ada sejumlah perumahan yang memasarkan rumah seharga itu. Untuk  periode kredit sebaiknya mengambil jangka waktu yang paling panjang sehingga angsurannya lebih kecil. Anda dapat mengajukan ke Bank BTN yang memberikan kredit sampai dengan 25 tahun.

Untuk harga rumah seharga Rp200 juta uang muka yang harus dikeluarkan adalah sebesar 10 persen, dengan suku bunga sebesar  11,5 persen  dengan  jangka waktu 25 tahun, angsurannya sekitar Rp1,7 juta per bulan.

Untuk rumah tipe 36 di kawasan Cileungsi dan Parung Panjang, Bogor; serta Pasar Kemis, Tangerang harga rumah masih berkisar Rp170 jutaan dengan angsurannya sebesar  Rp1,5 juta per bulan. Dengan demikian jika berdasarkan rumus sepertiga gaji maka  gajinya tersisa masih berkisar Rp4,3 – 4,5 juta.
Memilih rumah di kawasan  yang sedang tumbuh dimana akan menjadi pusat pertumbuhan baru bagi kawasannya. Harga rumah untuk di area  seperti ini harga rumahnya tinggi yakni rata-rata sekitar 15-20 persen per tahun. Untuk tahun ketiga atau keempat nilai rumahnya akan naik menjadi 50 persen dengan demikian  rumah yang awalnya seharga  Rp200 juta akan naik menjadi  Rp300 juta.

Dengan begitu pemilik rumah bisa mengajukan  pinjaman baru atau tambahan pinjaman dengan agunan rumah tersebut (top up).  Jika  bank memberikan 70 persen dari kenaikan harga nilai  sekitar Rp70 juta. Meskipun pinjamannya bertambah namun debitur tidak  terlalu terbebani. Hal ini karena  cicilan bunga pinjaman sebelumnya sebagian besar telah dibayar pada 3-4 tahun angsuran.
Pada saat yang bersamaan gajinya juga akan mengalami kenaikan. Dana tambahan dari bank ini dapat dipergunakan untuk beli mobil. Paling rasional mobil LCGC (low cost green car), misalnya  Ayla atau Agya.

Jenis mobil ekonomis seperti Ayla atau Agya  harganya hanya berkisar  Rp85 juta dan Rp100 juta. Dengan uang muka sebesar 25 persen dan angsuran 60 x, maka besarnya angsuran untuk masing-masing mobil adalah sebesar Rp1,7 juta dan Rp2,3 juta. Apabila uang sebesar  Rp70 juta tadi dijadikan uang muka  maka angsurannya akan menjadi kecil yakni  kurang dari satu juta. Sehingga, dengan sisa gaji sebesar Rp4,3 – 4,5 juta, yang belum termasuk tambahan dari kenaikan gaji, kehidupannya masih aman. Meskipun hanya memiliki gaji katakanlah hanya Rp6 juta per bulan.

Sumber : housingestate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita