332 Senin, 19 Oktober 2015 | 17:14:11

Kawasan Kumuh Belum Teratasi 100 Persen

Kawasan Kumuh Belum Teratasi 100 Persenpropertycahiya

Pembangunan untuk membrantas daerah kumuh mengalami hambatan. Target pemerintah di tahun 2015 sebelumnya didalam membrantas daerah kumuh adalah sebesar 2 persen. Tetapi setelah direvisi target ini  menjadi 0,7 persen dari jumlah keseluruhannya 37.000 hektar, yang bersumber dari sekitar 280 kota/kabupaten yang tersebar di 4.000 kawasan.

Untuk target di tahun ini adalah sebesar 0,7 persen dari mulanya sebesar 2 persen hal ini disebabkan keterlambatan kebijakan yang baru diidentifikasi mengenai datanya, demikian yang disampaikan oleh  Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya Joerni Makmoerniati.

Joerni mengatakan dalam pengentasan daerah kumuh ini, salah satunya adalah bertujuan untuk memberikan masyarakat agar dapat  hidup lebih layak. Untuk mewujudkan itu  tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja tanpa adanya kerjasama dari pihak-pihak yang terkait.

Pelayanan yang diberikan ke masyarakat sangat mendasar dan lebih diutamakan pada lokasi yang memang ilegal sehingga menjadikan kawasan tersebut kumuh. Faktor utama yang harus diperbaiki adalah dalam hal memenuhi kebutuhan dasar.

Di contohkan oleh Joerni seperti akses masyarakat terhadap sanitasi dan air minum. Dalam hal ini pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak harus dilayani satu-satu.

Dengan adanya pelayanan dan akses yang memadai maka dengan begitu,  jumlah orang yang sakit akan cenderung menurun, sehingga masyarakat akan mulai memikirkan pendidikan dan ruang publik.
Berdasarkan data yang tercatat pada bulan Desember tahun 2014 yang diterima oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) permukiman kumuh perkotaan luasnya sebesar  37.407 hektar atau sekitar 10 persen dari total luas wilayah yang ada di Indonesia.

Permukiman kumuh ini tersebar di sejumlah kawasan kumuh sekitar 3.826 kawasan. Target pemerintah, dalam melakukan penataan kumuh sebesar  7.000 hektar atau sekitar 2 persen per tahun hingga tahun 2019. Mengenai rincian dari  program penanganan menuju "Kota Tanpa Kumuh 2019" tersebut, yakni  pada tahun 2015 kawasan kumuh telah berkurang sampai 8 persen atau sekitar 29.927 hektar.

Sedangkan di tahun 2016 yang akan datang ditargetkan akan berkurang menjadi 6 persen atau  sekitar 22.445 hektar, dan pada tahun 2017 menjadi 4 persen atau 14.965 hektar, selanjutnya pada tahun 2018 menjadi 2 persen 7.483 hektar, dan diharapkan 0 persen pada tahun 2019.

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita