507 Rabu, 09 September 2015 | 11:11:50

Kenaikan PBB Di Ibu Kota Di Stop Gubernur DKI

Kenaikan PBB Di Ibu Kota Di Stop Gubernur DKIwartabuana

Para pengembang ataupun pemilik properti di kota Jakarta boleh merasa lega, mendapatkan kabar baik dari Gubernur DKI Jakarta.  Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta telah  mengeluarkan kebijakan baru bahwa pihaknya tidak akan menaikkan pajak bumi dan bangunan (PBB) sampai tahun 2018. Kebijakan baru ini diterapkan khusus untuk tarif PBB jenis hunian dimana memiliki nilai jual objek pajak (NJOP) di bawah angka Rp1 miliar.

Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ini tidak adak diberlakukan untuk semua bangunan yang dilakukan sebagai proyek hunian baik rumah ataupun rusun dan rusunami, kebijakan ini berlaku sampai tahun 2018.

Dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta telah memberikan kesempatan untuk bangunan yang menyalahi zonasi ataupun hitungan lantai akan diberikan pemutihan dengan catatan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dihitung secara benar dan sesuai dengan kondisi fisik bangunan yang berdasarkan pada NJOP terbaru.

Terhitung sejak tahun 2013 Pemprov DKI secara berkala telah menaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan dengan menyesuaikan terhadap NJOP. Kenaikan NJOP itu sendiri bervariasi dan tergantung dari  wilayah serta lokasi yang besarnya bisa mencapai 120 hingga 240 persen per tahun. Penghentian kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan ini dimanfaatkan oleh Pemprov untuk mengevaluasi secara menyeluruh mengenai permasalahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), disamping itu juga memberikan keringanan kepada masyarakat.

Kebijakan yang diberikan oleh Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) , tidak hanya semata-mata untuk menghentikan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) saja namun juga bertujuan untuk memberikan keringanan mengenai Pajak Bumi dan Bangunan kepada wajib pajak yang mempunyai penghasilan rendah (MBR) ataupun masyarakat yang berasal dari pensiunan pegawai negeri sipil (PNS). Pada dasarnya  pajak itu tidak boleh memberatkan warga tetapi bukan berarti seenaknya bagi yang mampu untuk tidak mentaati pajak, karena itu pemerintah akan mengatur hal ini lebih bijak.

Sumber : housingesatate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita