373 Jum'at, 21 Agustus 2015 | 10:02:59

Bentrokan Di Kampung Pulo Tak Seharusnya Terjadi

Bentrokan Di Kampung Pulo Tak Seharusnya Terjadiliputan6

Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan berpendapat, seharusnya  bentrokan di permukiman Kampung Pulo, Jakarta Timur tidak harus terjadi sebab sudah ada Sosialisasi dan seharusnya masyarakat pemukiman Kampung Pulo dapat mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Kenyataan yang terjadi saat ini adalah warga tetap akan mempertahankan rumah mereka sehingga menimbulkan bentrok antara pihak berwajib dengan warga pemukiman Kampung Pulo pada hari Kamis (20/8/2015). Warga mengklaim bahwa mereka sudah menempati pemukiman tersebut sejak lama oleh karena itu mereka berharap kebijakan pemerintah untuk memberikan biaya penggantian atau kerugian atas rumah mereka yang terkena gusur.

Disisi lain Basuki Tjahja Purnama, Gubernut DKI Jakarta mengatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan tempat yang baru dan layak untuk dihuni oleh penduduk yang direlokasi yakni di Rumah Susun (Rusun) Jatinegara Barat.

Ferry juga mengatakan bahwa proses relokasi tersebut sebenarnya sudah lama dan sudah ada sosialisasi, sebab pemukiman Kampung Pulo apabila terus didiamkan maka ketika musim hujan tiba akan terjadi banjir lagi. Saat ini memang sedang musim kemarau namun jika musim hujan tiba kemungkinan yang terjadi Sungai Ciliwung akan meluap lagi dan sudah pasti banjir akan datang bahkan dikuatirkan banjir akan datang dua kali dalam setahun.

Ferry mengatakan saat musim kemarau warga demo tapi nanti saat musim hujan tiba dan banjir mereka juga yang susah.

Menurut Ferry, lahan yang ada akan digunakan untuk membangun properti individu namun warga yang merasa sudah cukup lama menempati pemukiman tersebut menolaknya meskipun tidak semua warga menolak, sebagian warga sudah menyetujui direlokasi.

Sebelum dilakukan relokasi, pemerintah sudah memberikan pilihan ke warga berupa ganti rugi apakah ingin berupa uang atau relokasi tempat baru, semua itu tergantung dari kesepakatan antara warga dengan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.

Ferry juga menambahkan, seharusnya warga dapat memaklumi kondisi yang ada sebab di kota Jakarta ini untuk mencari lahan sangat sulit sedangkan Pemda dapat menyanggupi mengenai biaya untuk kepindahan dalam pengangkutan barang-barang.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita