656 Sabtu, 01 Agustus 2015 | 13:38:06

Kota Tangerang Selatan Semakin Berkembang

Kota Tangerang Selatan Semakin Berkembanghariantangerang

Kota Tangerang Selatan merupakan daerah pemekaran dimana kota tersebut mengalami pertumbuhan sangat pesat.  Dapat kita amati bahwa di sepanjang jalan kota Tangerang Selatan Banten tidak akan pernah lepas dari pembangunan fisik properti. Pembangunan tersebut berawal dari perumahan yang berkonsep real estate, apartemen, ruko, rukan, pergudangan, perkantoran, sampai pada pusat-pusat belanja.

Kemajuan yang dialami oleh Kota Tangsel dapat dimaklumi karena didominasi atas kerjasama Sinarmas Land Group, PT Summarecon Agung Tbk., PT Alam Sutera Realty Tbk., PT Paramount Enterprise International, dan PT Jaya Real Property Tbk.

Para developer raksasa tersebut membangun kawasan Serpong dan Serpong Utara yang tentunya berada di dalam Kota Tangsel dimana kawasan tersebut boleh dikatakan menjadi magnet industri jasa dan perdagangan. Adapun faktor kemajuan dari wilayah Tangsel selama ini adalah berkat dari  limpahan aliran investasi yang tertuju ke wilayah Tangerang Selatan.

Bukan merupakan hal yang aneh apabila titik episentrum ekonomi Tangsel tidak berfokus di Pondok Aren, Ciputat atau Pamulang dimana wilayah tersebut merupakan kecamatan yang jumlah penduduknya cukup padat.

Bernardus Djonoputro, Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) mengamati bahwa ada perbedaan yang sangat  signifikan dari ke tujuh kecamatan yang ada di wilayah Kota Tanggerang Selatan ini. Jika diamati sekilas, kemajuan dalam  penataan kota lebih rapi dan teratur seperti di wilayah di Serpong, dan Serpong Utara. Sedangkan, untuk wilayah Ciputat, Pamulang, Pondok Aren, dan Setu kebalikan dari wilayah Serpong dan Serpong Utara.

Dari empat kecamatan itu masih dapat dijumpai infrastruktur jalan  yang mengalami kerusakan yang cukup parah seperti berlubang, dan bergelombang. Penataan di wilayah ini terlihat sangat tidak tertata dan zonasi yang tidak terkontrol. Ciputat merupakan jantungnya kota Tangerang selatan, walaupun kantor wali kota Tangerang Selatan ada di daerah Pamulang.

Seksi Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Provinsi Banten, Ahmad Jalaluddin, mengakui masih banyak ruas jalan di beberapa titik strategis Kota Tangsel rusak parah dan jauh dari memadai.

Kerusakan jalan yang paling parah adalah jalan di wilayah Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, dan di daerah Cireundeu Kecamatan Ciputat Timur, jelas Ahmad.

Sedangkan di sepanjang jalan Pahlawan Seribu, Jalan Serpong-Parung, Jalan  Puspitek Raya, Jalan Kapten. Subianto DJ, Jalan Siliwangi, Jalan Otista, Jalan Tekno Widya, Jalan Buaran-Rawa Buntu, Jalan Ciater, serta di Jalan Pamulang Raya mengalami kerusakan yang beragam dari yang ringan sampai yang berat.

Menurut Ahmad, tidak di sepanjang jalan tersebut menjadi domain Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Terdapat  beberapa wilayah yang menjadi tanggung jawab dari Provinsi Banten, seperti Jalan Pahlawan Seribu, Jalan Raya Serpong, Jalan  Otista, dan Simpang Munjul.

Salah satu  yang menunjukkan kemajuan dari wilayah Tangerang Selatan sebenarnya dapat dilihat dari cara bagaimana Kecamatan Ciputat menata wilayah tersebut. Hal inilah yang mendorong Kota Tangerang Selatan sesungguhnya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus dapat mengatasi persoalan yang ada di wilayah perkotaan Tangerang Selatan. Permasalan yang ada berawal dari pengelolaan dan penanganan sampah kota, juga kemacetan yang semakin sulit untuk diatasi, dan pengelolaan pasar tradisional harus lebih tertata serta tidak terciptanya lahan yang dapat di gunakan untuk fasilitas umum.

Bernardus, mengatakan disamping mengadakan penyediaan air bersih yang harus menjadi perhatian dan pengelolaan jasa layanan masyarakat yang selama ini dilakukan oleh pengembang swasta juga harus direplikasi serta dikembangkan. Karena itulah keseluruham Kota Tangsel dapat mempunyai standar yang sama.

Tangerang Selatan sebagai satelit dari ibukota, harus mempunyai perencanaan infrastruktur dasar dan transportasi Tangerang Selatan  juga harus terkait dengan kota primatnya, yakni DKI Jakarta.
Wilayah Tangerang Selatan hingga saat ini juga masih belum sepenuhnya memiliki "brand" atau identitas sebagai kota yang mandiri. Pasalnya, identitas itu seharusnya dapat  dikembangkan paling tidak menjadi kota pendidikan, kota teknologi, ataupun kota wisata.

Sejauh ini ketersediaan infrastruktur yang cukup baik dikembangkan oleh para pengembang raksasa, sebagai contoh  di wilayah BSD City,  Gading Serpong, Bintaro Jaya dan wilayah  Alam Sutera.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita