293 Selasa, 07 Juli 2015 | 13:00:39

BTN, Kalah dalam Penyaluran KPR dibanding Bank Swasta Lain

BTN, Kalah dalam Penyaluran KPR dibanding Bank Swasta LainFast News

Penganalisa perbankan Deni Daruri memberikan pendapat, bahwa PT Bank Tabungan Negara Tbk (persero) atau Bank BTN bersikap ‘semaunya’. Pengamat menilai BTN tidak fokus menjalankan fungsi dan perannya sebagai bank yang secara prudent membantu masyarakat memiliki rumah.

Menurut Deni, BTN merupakan bank yang memiliki bisinis utama (core business) yauitu sebagai penyalur kredit perumahan rakyat (KPR) yang seharusnya bisa membantu pemerintah mendorong percepatan program sejuta rumah.

Deni menambahkan, BTN yang semestinya dapat optimal dalam penyebaran KPR, malah tidak fokus, jika dibandingkan dengan bank swasta lain yang produknya tidak hanya bertitik fokus pada KPR saja, dalam melakukan percepatan penyebaran KPR.

Deni menambahkan, meskipun BTN tampil sebagai salah satu bank dengan kinerja yang lumayan kinclong dibanding bank lainnya, namun dalam melayani masyarakat kinerjanya masih tidak maksimal. Sebagai tambahan informasi, per Maret 2015, laba bank pelat merah ini tumbuh 17,9 persen menjadi Rp 402 miliar.

Jurus-jurus perbankan yang dijalankan para bankir BTN, lanjut Deni, belum cukup membawa bank ini memiliki daya kompetisi dengan bank lainnya. Sebut saja dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya, sebagai bank yang fokus pada payment bank.

"BTN tidak punya nilai lebih dan daya kompetisi yang bagus hingga hari ini. Suku bunga masih tinggi, proses pengurusan penilaian kredit (appraisal) masih sangat lambat, kalah dengan bank lainnya meskipun standar operation procedure (SOP)-nya sama," beber Deni.

Dengan demikian, lanjut dia, BTN harus menerapkan strategi dengan konsep awalnya sebagai bank KPR. Caranya, BTN harus memberikan segala kemudahan bagi pemohon KPR, membangun sistem kerja efektif dan efisien sehingga proses penilaian KPR berjalan lebih cepat, serta menciptakan komposisi yang jelas antara KPR untuk masyarakat dan kredit komersial.

Sudah menjadi rahasia publik jika BTN sekarang lebih fokus memberikan KPR Komersial kepada pengembang-peengebang kakap dengan suku bunga istimewa.

"Selain itu, selama ini komposisi bisnis KPR BTN sangat tidak jelas. Saya tidak tahu apakah para pemegang saham ini sangat mudah diintervensi oleh para pengembang besar tersebut. Saya khawatir mereka mendapat bisikan dari pengembang besar sehingga pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), komposisi KPR Komersial lebih banyak ketimbang untuk rakyat," cetus Deni.


Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita