249 Jum'at, 03 Juli 2015 | 13:53:31

7.000 Unit Rusun Disiapkan Pengembang

7.000 Unit Rusun Disiapkan PengembangKompas

Pemerintah mewajibkan pengembang unruk membangun hunian berimbang, berimbang dengan konsep 1:2:3, yang dimaksud perbandingan itu adalah untuk setiap pembangunan 1 rumah mewah, pengembeng harus membangun 2 rumah menengah dan 3 rumah murah.

Aturan tersebut telah disahkan dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 2011 mengenai Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan terdapat pula pada Peraturan Mentri Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2012 mengenai Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Hunian Berimbang.

Pada praktek di lapangan, hal tersebut tidak berjalan dengan baik. Banyk pengembang yang akhirnya dilaporkan ke lembaga hukum dikarenakan tidak menjalankan UU ini. Dikarenakan hal tersebut Amran Nukman, Ketua DPD REI DKI Jakarta, menyampaikan, akan membentuk satuan tugas (satgas) atas amanat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Satgas ini agar dapat bekerja cepat. REI memiliki potofolio yang baik, dengan 8-9 tahun dapat menyelesaikan 4 blok di Pulogebang,” ujar Amran saat berbincang dengan media usai berbuka puasa bersama 1.000 anak yatim di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kemenpupera, Hari Kamis (2 Juni 2015), Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Ahok, mengundang DPD REI Jakarta dalam rapat pimpinan, bersama para wali kota kepala dina, dan deputi. Saat rapat tersenut Ahok menegaskan untuk melibatkan REI untuk bekerja sama membantu Pemprov DKI dalam membangun 7.000 unit rusun (rumah susun) untuk memenuhi kewajiban atas hunian berimbang.

Pekan lalu, imbuh dia, DPD DKI bertemu dengan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) untuk menentukan lokasi dan pola yang akan diamalkan. Pola ini masih dipertimbangkan, apakah persis sama dengan sebelumnya.

Sementara pola yang lama, lanjut Amran, adalah bentuk konversi uang Rupiah yang disiapkan pengembang menjadi jumlah unit.

"Pola lama ini cukup baik. Konversi itu menghitung unitnya. Bukan hanya pengembang kasih uang. Jadi kewajiban pengembang bangun berapa luasnya. Luas itu dikonversi Rupiah, jadi nilai per unitnya terlihat. Mengonversi itu membantu menghitung jumlah unit," ucap Amran.

Meski begitu, tambah dia, hal ini masih harus diperdalam. Rencananya, Kamis depan (9/7/2015) DPD REI akan melakukan pertemuan berikutnya dengan BPKD untuk membahas hal yang lebih teknis.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita