248 Jum'at, 19 Juni 2015 | 13:28:17

Timbal Pada Cat di Indonesia Mengancam Kesehatan Mental Anak

Timbal Pada Cat di Indonesia Mengancam Kesehatan Mental Anakdetik

Secara tidak langsung terdapat ancaman bagi anak-anak Indonesia dari produk-produk cat yang beredar di Indonesia, berdasarkan survei yang dilakukan Bali Fokus di tahun 2015, ada kekhawatiran terhadap produk cat yang beredar di Indonesia mengandung timbal lebih dari 90 bagian per juta (ppm) dari 83 persen cat di Indonesia, dan hal itu membuat anak-anak terancang mengalami keterbelakangan mental akibat limbah dari cat tersebut.

“Timbal yaitu logam berat yang mengandung beracun. Jika dicampurkan dengan cat dan kemudian cat tersebut mengering atau luntur akan menyatu dengan debu, dan kemudian timbal dalam cat yang telah tercampur debu akan terhirup. Berkisar lima puluh persen debu tersebut akan terserap oleh tubuh anak-anak,” kata Direktur Bali Fokus, Surya Anaya.

Bali Fokus membuat penelitian terhadap 121 cat kaleng dari 63 merek cat, pengambilan sempel tersebar ke Tangerang, Jakarta, Depok, Bogor, dan Denpasar, dan kemudian di analisa di laboratorium independen di Eropa, untuk mengetahui kadar limbah dari cat yang dibeli secara random itu.

Hasil yang mengejutkan diperoleh dari penelitian terhadap cat tersebut. 83 persen cat yang dijual di Indonesia mengandung kadar timbal yang lebih tinggi dari yang telah direkomendasikan oleh badan PBB yang mengatur kesehatan dunia atau WHO, yaitu sebesat 90 ppm.

Sekitar 78 persen cat yang beredar memiliki kadar timbal lebih dari standar baru SNI 8011:2014, yaitu 600 ppm. Sebanyak 41 persen memiliki kandungan timbal lebih dari 10.000 ppm. Bahkan, ada cat yang kandungan timbalnya 102.000 ppm.

"WHO menetapkan kandungan timbal maksimum 90 ppm karena tanpa penambahan untuk cat atau pengering, kadar timbal pada cat tidak lebih dari 90 ppm," jelas Sonia dalam konferensi pers pada Kamis (18/6/2015).

Adanya cat Indonesia yang memiliki kadar timbal antara 1.000 - 10.000 ppm menunjukkan bahwa masih ada produsen yang sengaja menambahkan timbal untuk pengering. Sementara, adanya cat dengan kadar timbal lebih 10.000 ppm mengindikasikan adanya penambahan timbal pada cat.

Jumlah anak-anak Indonesia mencapai 32,7 juta. Tanpa aturan tegas tentang produk cat yang pasti digunakan pada rumah, sekolah, hingga mainan, anak-anak Indonesia tersebut terancam mengalami masalah saraf dan mental akibat akumulasi timbal.

Sonia meminta masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan memperhatikan cat yang dibeli. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melihat label "bebas timbal" atau "eco label" pada cat.

"Berdasarkan penelitian kami sejauh ini, yang memiliki label itu memang kadar timbalnya rendah," kata Sonia. Harga cat yang mahal serta merek yang terkenal dan banyak diiklankan tidak menjamin bebas timbal.


Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita