211 Selasa, 17 Maret 2015 | 11:13:49

Pemerintah Wajibkan Hotel Buka Money Changer

Pemerintah Wajibkan Hotel Buka Money Changermerdeka

Pemerintah mewajibkan di setiap hotel untuk membuka Money Changer hal ini diharapkan guna untuk menyelamatkan keterpurukan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Karena dengan adanya money changer di setiap hotel diharapkan mata uang asing yang dibawa turis atau para pebisnis negara lain dapat menukarkan langsung uang asing tersebut dengan Rupiah. Pemerintah yakin dengan di wajibkannya setiap hotel yang ada di Indonesia untuk membuka money changer  akan meningkatkan permintaan Rupiah. Jika permintaan Rupiah semakin besar maka nilai tukar dapat kembali menguat dan stabil.

Arif Yahya, Menteri Pariwisata mengemukakan bahwa di wajibkannya hotel untuk membuka Money Changer adalah untuk mempermudah akses terhadap Rupiah mengingat di beberapa daerah sering mengalami hambatan terhadap pertukaran Rupiah. Jika akses untuk menukar rupiah mudah maka besar kemungkinan nilai tukar dapat kembali menguat dan rupiah kembali stabil.

Yahya juga menjelaskan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta pada hari Senin (16/3/2015) selayaknya kita harus memahami kepraktisan pertukaran Rupiah di beberapa daerah melalui money changer dan bisa dibayangkan bagaimana jika di suatu daerah tidak ada money changer.

Karena itulah maka pemerintah mewajibkan agar hotel-hotel yang ada di Indonesia untuk membuka money changer. Hal ini dianggap merupakan solusi yang terbaik olehkarena itu hotel diberikan hak untuk money changer, demikian Yahya menambahkan.

Membuka money changer di setiap hotel yang ada di Indonesia, pemerintah mengharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata. Dengan demikian kontribusi pariwisata akan meningkat terhadap sumbangsih PDB. Pada saat ini kontribusi pariwisata terhadap PDB adalah sebesar 9 persen atau sekitar USD 80 miliar, ujar Yahya.

Sumber: Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita