291 Senin, 23 Februari 2015 | 10:23:57

Tata Ruang Ibu Kota dan Transportasi Satu Mata Koin

Tata Ruang Ibu Kota dan Transportasi Satu Mata Koinbisnisnews

Pengertian tata ruang di perkotaan lebih kompleks dari tata ruang di perdesaan, oleh karena itu perlu untuk lebih diperhatikan dan direncanakan dengan baik. Jika perencanaan  tata ruang di wilayah perkoaan yang tidak diikuti maka akan timbul  kesemrawutan di berbagai kawasan serta dapat mengakibatkan berkembangnya kawasan kumuh yang akan berdampak kepada gangguan terhadap sistem transportasi, kesehatan, serta sulitnya mengatasi kebakaran bila terjadi kebakaran.

Transportasi dan tata ruang di suatu kota ibarat satu mata uang yang mempunyai dua sisi. Bambang Susantono, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengatakan , dua sisi ini harus dijaga dengan baik untuk membangun Kota Jakarta.

Menurut Bambang pada saat acara diskusi yang bertema Ayo Membangun Jakarta, di Jakarta Convention Center (JCC), pada Sabtu (21/2/2015) kemarin, jika transportasi tidak beres, maka suatu kota  pun tidak akan beres. Dan begitu pula sebaliknya. Jadi harus benar-benar dibenahi, karena itulah tata ruang kota dan transportasi di ibaratkan seperti  dua sisi mata uang.

Bambang mengatakan bahwa pada  saat ini tata ruang berubah menjadi “tata uang”, kenapa demikian? Karena dapat mengubah struktur pembangunan yang sebagaimana diperuntukkan. Jadi yang punya uang dapat dengan mudah untuk  mengubah peruntukan pembangunan. Misalnya,  di daerah Condet untuk cagar budaya, namun pada  kenyatannya berbeda," tegasnya.

Di sisi lain, lanjut Bambang, dalam pemaparan tata ruang ketika diimplementasikan ke lapangan, akan tetapi  hal tersebut sangat berbeda sehingga menimbulkan suatu permasalahan.

Dan itu semua dapat menimbulkan kekacauan pada  traffic-nya jika  tidak sesuai peruntukannya,demikian Bambang mengakhiri.

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita