158 Selasa, 03 Februari 2015 | 10:10:12

Penghapusan PBB dan NJOP menuai berbagai tanggapan

Penghapusan PBB dan NJOP menuai berbagai tanggapanMenteri Agraria dan Tata Ruang

Wacana penghapusan PBB dan NJOP yang diusulkan oleh kementrian Agraria dan Tata ruang (ATR) menimbulkan tanggapan dari berbagai pihak. Sebab di satu sisi bisa meringankan masyarakat, namun sisi lain pemerintah juga tengah menggenjot penerimaan pajak dari berbagai sektor.

Menurut Ketua Asosiasi Pengembang perumahan dan pemukiman Seluruh indonesia (Apersi), Eddy Ganefo bahwa rencana tersebut bisa berdampak baik untuk industri properti. Menurutnya pajak yang dibebankan kepada properti sudah besar. Selama ini NJOP, PBB, BPHTB, dan PPH sudah membebani 20 persen pajak untuk objek properti.

Dilain pihak, menurut Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Eddy Hussy bahwa wacana tersebut masih terlalu prematur untuk diterapkan. Menurutnya perlu lebih dikaji lagi dengan para pemangku kepentingan. Menurutnya lagi, tidak semua bangunan bisa dibebaskan pungutan PBB, bangunan komersial tetap dibebankan PBB. Sedangkan untuk hunian perlu dikelompokkan berdasarkan luas dan nilai tanah. Untuk rumah hanya khusus MBR yang dibebaskan PBB.

Demikian pula ditanggapi oleh pengamat properti Ali Tranghanda dari IPW. Menurutnya rencana ini dianggap bertolak belakang ketika pemerintah hendak menggenjot penerimaan pajak dari berbagai sektor. "Itu juga bakal sulit dilakukan ke depan karena akan membuat penerimaan pajak akan turun" kata Ali (03/02).

Namun menurutnya hal ini akan baik bagi industri properti. Karena masyarakat tidak lagi dibebankan untuk pembayaran pajak atas rumahnya. Hanya saja sebaiknya pemerintah membuat instrumen lain untuk menjadi acuan harga tanah.

Menteri ATR/Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan baru-baru ini mengusulkan agar PBB, NJOP, dan BPHTB akan dihapus guna meringankan beban masyarakat. Sebagai ganti harga acuan, Kementrian ATR akan menetapkannya berdasarkan harga pasaran. Dan itu hanya dilakukan sekali saat pengurusan sertifikat tanah atau bangunan.

Sumber : replubika, metrotvnews, JPNN

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita