93 Jum'at, 30 Januari 2015 | 09:57:51

Pajak Bumi Dan Bangunan akan di Hapus

Pajak Bumi Dan Bangunan akan di Hapus bahigaan

Pajak Bumi dan bangunan akan dihapus oleh Pemerintah karena  pajak yang di pungut untuk tiap tahunnya di nilai sangat tidak adil dan merugikan masyarakat, jadi menurut Ferry Mursyidan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), pajak bumi dan bangunan cukup di pungut sekali saja yakni pada saat seseorang membeli ataupun membangun rumah yang akan di huninya.

Pada saat penandatanganan nota kesepahaman percepatan lahan dengan Real Estat Indonesia (REI) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (29/01/2015), Ferry menjelaskan kalau Tuhan Yang Maha Pencipta Alam Semesta ini, menciptakan tanah hanya sekali dan tanpa harus kita membayar ini dan itu tapi kok tega manusia memunguti pajak pada setiap tahunnya. Jadi pajak bumi dan bangunan itu sebaiknya jangan di punguti setiap tahun cukup di pungut satu kali saja pada saat orang tersebut mengambil hak tanahnya dalam hal ini pada saat orang yang bersangkutan membeli tanah yang kemudian dibangun untuk dijadikan huniannya.

Ferry berpendapat, pajak lebih pantas dan lebih efektif bila dikenakan kepada properti komersial jadi rasanya kurang pantas jika pajak dipungut untuk bangunan-bangunan yang tujuannya untuk menunjang kesejahteraan masyarakat dalam hal ini fasilitas umum yang di perlukan oleh orang banyak misalnya, rumah sakit, sekolah sebagai sarana pendidikan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan masyarakat umum.

Pendapat Ferry ini mendapatkan respon yang positif dari Pengamat Ekonomi Aviliani, menurut beliau bahwa dengan memberlakukan penghapusan untuk Pajak Bumi dan Bangunan tentunya akan sangat membawa dampak yang positif bagi masyarakat karena Pajak Bumi dan Bangunan ini sangat memberatkan masyarakat apalagi jika dilihat dari keadaan ekonomi masyarakat Indonesia yang kebanyakan berpenghasilan dibawah rata-rata.

Aviliani, menambahkan bahwa pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan sangat tidak adil karena banyak masyarakat bawah yang terkena imbasnya misalkan saja untuk di pusat kota yakni Jakarta Pajak Bumi dan Bangunan untuk di wilayah ini naik hingga 300 % , dengan adanya kenaikkan tersebut tidak sedikit warga asli Jakarta tergusur karena tidak sanggup untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan yang sangat tinggi.

Menurut Aviliani, kemungkinan besar usulan untuk penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan akan di tolak oleh Pemerintah daerah (Pemda) karena dengan dihapusnya Pajak Bumi dan Bangunan maka Pemda akan kehilangan pendapatan ali daerah (PAD) yang penghasilan itu didapat dari hasil pungutan Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan masyarakat.

Saat ini harga minyak dunia sedang turun, jika kalau untuk mengurangi ataupun menghapus Pajak tersebut harus ada kompensasi dari pemerintah pusat maka dengan turunnya harga minyak bumi dunia pemerintah dapat menghemat hingga ratusan triliun rupiah dan konpensasi tersebut bisa didapatkan dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) , ucap Aviliani.

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita