365 Jum'at, 23 Januari 2015 | 11:59:55

Banjir Jakarta karena kurangnya RTH?

Banjir Jakarta karena kurangnya RTH?Kelapa Gading banjir - okezone

Hujan masih terus mengguyur Jakarta Beberapa hari ini, akibatnya beberapa kawasan tergenang oleh banjir hingga setinggi satu meter. Seperti di Kawasan Kelapa Gading, pagi ini, Jumat (23/01) dilanda banjir hingga setinggi 50 sentimeter.

Banjir di Kawasan kelapa gading menggenangi daerah Jalan Boulevard Raya, Jalan Gading Nias dan wilayah sekitar apartemen Gading Nias Residences. Pengendara yang hendak melintasinya banyak yang putar balik kendaraannya, baik itu motor atau mobil. Adapula yang nekat melintasinya namun akhirnya mogok sehingga harus dituntun atau didorong.

"Saya terpaksa pulang, gajadi ngantor. Selain terhadang banjir, juga karena bonceng istri yang hamil." Kata salah seorang pengendara sesuai dilansir dari media Kompas.

Selain Kelapa Gading, banjir juga menggenangi beberapa wilayah seperti Jalan Transyogie Cibubur, dan Kramat Jati.

Ruang Terbuka Hijau berkurang
Pengamat Properti Ali Tranghanda dan Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna berpendapat bahwa resapa air di Jakarta sudah sangat kurang dan berubah fungsi menjadi hutan beton. Ruang Terbuka Hijau harus menjadi bagian pembangunan kota Jakarta. Pemprov DKI juga perlua melakukan evaluasi terhadap izin pembangunan kota agar sesuai dengan kaidah tata ruang.

Menurut mereka, sejak tahun 1970 properti komersial di Jakarta sudah mengutang lebih dari 9 triliun. Utang tersebut adalah nilai dari fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang tidak dilaksanakan oleh pengembang.

Menurut Ali, pusat perbelanjaan di Jakarta juga sudah melebihi kebutuhan masyarakat perkotaan. Properti komersial lain juga sudah semakin marak dikembangkan di Jakarta. Hal ini bisa memperburuk resiko banjir Jakarta.

Sumber : Kompas, Koran Jakarta, Okezone
 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita