361 Sabtu, 27 Desember 2014 | 14:36:09

Rumput Sintesis di Alun-alun Bandung. Bermanfaatkah?

Rumput Sintesis di Alun-alun Bandung. Bermanfaatkah?penampakan alun-alun Bandung - tribun

Banyak cara yang dilakukan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil untuk merias kotanya. Seperti memberdayakan taman-taman sehingga berguna bagi warga. Demikian pula yang dilakukannya untuk renovasi taman alun-alun kota. Namun taman ini berbeda dengan taman-taman lain di kota bandung. Alun-alun kebanggaan Bandung itu dipasangkan oleh hamparan rumput bahan sintesis hijau, bukan rumput asli.

Kepala Dinas pemakaman dan Pertamanan Kota Bandung, Arif Prasetya menyebutkan kelebihan rumput palsu atau sintetis adalah lebih awet dipakai. Pemasangan rumput plastik ini memang tidak murah, namun bisa dilakukan secara maksimal dan harga pemeliharaan rumput asli juga lebih mahal.

Arif mengatakan juga bahwa pemasangan rumput sintetis itu disertai saluran pembuangan air, sehingga air tidak sampai menggenang.

Hasilnya adalah Alun-alun Bandung tersebut kini bisa menjadi taman bermain anak. Dengan hamparan hijau rumput, ada juga berbagai alat bermain anak-anak. Walaupun belum sepenuhnya rampung, namun warga sudah antusias untuk melihat-lihat di alun-alun Bandung.

Arif juga mengatakan Rencananya peresmian taman alun-alun Bandung tersebut akan dilakukan pada 31 Desember 2014. Panitia juga akan mengundang 500 anak dari sejumlah sekolah untuk berpartisipasi dalam peresmiannya (27/12).

Tanggapan masyarakat.
Dengan memasang rumput sintetis di Alun-alun kota, membuat berbagai pihak melontarkan komentarnya, terutama di media sosial. Banyak kicauan dari twitter yang memberi tanggapan positif dan senang akan pemugaran yang dilakukan oleh Ridwan Kamil selaku Walikota. Namun tidak sedikit juga yang mengkritik.

Bahkan akun twitter Farhat Abbas ikut-ikutan berkomentar pedas. Menurutnya hal tersebut tidak mencerminkan kota Bandung.

"Hibah itu uang rakyat & untuk rakyat juga. Pemanfaatannya juga wajib jelas dan tidak mubazir. Intinya jangan sintetiskan taman rumput" Demikian kata Farhat melalui akun twitternya.

Ridwan Kamil juga yang dikenal aktif di Twitter menanggapinya dengan akun twitternya juga.

"Tidak ada uang rakyat dul. Itu hibah pihak ke-3 #TetotTheMovie," kata Ridwan Kamil di Twitternya.

Sumber : Tempo, merdeka, kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita