333 Selasa, 23 Desember 2014 | 12:01:45

0% Permukiman Kumuh pada 2019

0% Permukiman Kumuh pada 2019kawasan kumuh di kota - okezone

Untuk pengentasan permukiman kumuh, Pemerintah ingin permukiman kumuh menjadi layak huni. Untuk mencapai kondisi tersebut, pemerintah menargetkan Indonesia akan bebas hunian kumuh pada 2019 dengan mengurangi kawasan kumuh 1,73 persen pertahun.

Menurut Andrinof Chaniago, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional saat ini di Indonesia terdapat 38.431 hektar permukiman kumuh. Sehingga target tersebut merupakan tantangan berat bagi pemerintah. Hal ini disampaikannya dalam acara peluncuran Program Nasional Penanganan Kumuh 2015-2019, Senin (22/12).

"Mimpi kami ke depan setiap kota di Indonesia bebas kumuh" kata Andrianof.

Andrianof memaparkan dalam periode 2011-2013, dari 38.431 hektar kawasan kumuh tersebut terdiri dari rumah tangga kumuh perkotaan mencapai 9,6 juta rumah tangga, atau 12,1 persen total populasi. Diproyeksikan 2015 kawasan kumuh berkurang 8,59 persen, dan agar bisa mencapai 0 persen 2019, diperlukan akselerasi delapan kali lebih cepat.

Kawasan Ilegal
Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas, Nugroho Tri Utomo mengatakan bahwa dari semua kawasan kumuh itu terdapat kawasan yang ilegal. Untuk mengatasinya, permukiman kumuh di lahan ilegal akan direlokasi dengan menyediakan permukiman yang baru. Namun ada juga kawasan kumuh yang berada di lahan legal. Hal ini disebabkan warganya yang miskin, sehingga sarana dan prasarana tidak terawat.

Untuk pengentasan permukiman kumuh ini, pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 384 triliun. Anggaran dari APBN dialokasikan sebesar Rp 12 triliun. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), kriteria rumah tangga kumuh adalah daya tahan hunian yang rendah, air minum dan sanitasi yang buruk.


Menurut Andrianof, hal ini sesuai dengan arah kebijakan pemerintahan Jokowi untuk mengatasi kawasan kumuh antara lain meningkatkan kualitas lingkungan permukiman kumuh dna mencegah pembentukan kawasan kumuh baru.


Sumber : CNN Indonesia, Beritasatu, Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita