225 Selasa, 16 Desember 2014 | 12:09:04

Siapa Yang Bertanggungjawab terhadap Backlog Perumahan?

Siapa Yang Bertanggungjawab terhadap Backlog Perumahan?Rumah subsidi - swa

Masalah backlog rumah atau kekurangan rumah di Indonesia masih menjadi perhatian khusus Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla. Tercatat angka kesenjangan rumah mencapai 13,5 juta uni. Untuk itu, Jusuf Kalla melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana membangun 1 juta unit rumah pertahun.

Jusuf Kalla mengatakan rumah-rumah tersebut akan dibangun oleh perumnas dan pengembang. PU bertugas membuat kebijakan dan mengatur anggaran terhadap rumah subsidi. Untuk Perumnas difokuskan untuk membangun perumahan rakyat, rumah sederhana bukan rumah mewah, atau ruko. (15/12)

Menpupera Basuki Hadimuljo mengatakan pihaknya akan menambah lagi anggaran kredit pemilikan rumah untuk MBR melalui FLPP. Saat ini anggaran yang tersedia dari APBN adalah Rp 4,6 triliun dan FLPP sebesar Rp 5,1 triliun. Pihak kemenpupera akan mengajukkan lagi sebanyak Rp 2-3 triliun.

Selain pembangunan rumah yang massif, Basuki Hadimuljo merencanakan agar sektor perumahan juga berinisiatif dalam menggerakan tabuang perumahan, menggerakan bank dan pengembang lain dalam mengatasi backlog.

Peran BTN
Sedangkan dari pihak perbankan, BTN tidak mau dislahkan atas terjadinya backlog perumahan. Menurut Maryono, Direktur utama Bank BTN, backlog itu terjadi karena pasarnya besar dan tidak dapat ditutupi oleh pembiayaan dari pemerintah dan bank BTN saja.

Kebutuhan masyarakat akan rumah, entah itu untuk kebutuhan tempat tinggal atau sarana investasi sangat besar. Menurut Maryono, ini merupakan potensi yang harus didorong oleh setiap pelaku pembangunan perumahan.

BTN masih akan fokus dalam pembiayaan perumahan. Saat ini BTN masih menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 24 persen.

Bagi Maryono, peran serta berbagai pihak diperlukan dalam menyelesaikan masalah perumahan. Hal itu merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, pengembang maupun perbankan.

Sumber : liputan6, tribunnews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita