201 Senin, 17 November 2014 | 11:46:14

Diwarnai kericuhan, Penertiban Ria Rio tetap dilaksanakan

Diwarnai kericuhan, Penertiban Ria Rio tetap dilaksanakandiantara puing penggusuran - Merdeka

Pembongkaran rumah akibat penertiban waduk Ria Rio telah dilaksanakan pada hari Sabtu kemarin (15/11). penertiban ini merupakan yang ketiga kalinya dalam rangkaian normalisasi dan penataan bantaran Waduk Ria-Rio. Namun dalam pembongkaran kali ini penduduk yang akan dipindahkan protes keras dan terjadi bentrok dengan pasukan keamanan.

Perlawanan dari warga tersebut dikarenakan warga menolak untuk direlokasi. Padahal pemerintah daerah Jakarta Timur telah menyediakan 200 unit rumah susun Jatinegara Kaum untuk warga korban normalisasi dan penataan ria rio.

Teguh Hendrawan, Camat Pulogadung memberi keterangan bahwa ada sebanyak 106 keluarga dari RT 06-07 RW 15 yang terkena dampak penertiban. Saat ini sudah ada empat puluh tujuh keluarga yang mulai pindah ke rumah susun yang telah disediakan. Namun ada 59 keluarga yang masih belum mau pindah. Akibatnya mereka terlantar dan masih tinggal di tenda penampungan.

Dalam penertiban itu, petugas membongkar sekitar 210 bangunan liar di permukiman pinggir waduk. Luas permukiman tersebut seluas 1,1 hektar. Namun sempat terjadi penolakan walau diakui Teguh sudah dilakukan sosialisasi sejak dua bulan lalu. Sosialisasi formal dilakukan tiga kali, sedangkan sosialisasi informal malah sudah sering.

Warga yang menolak direlokasi menyatakan beberapa alasannya. Salah satu warga mengatakan kompensasi belum sesuai dengan yang disepakati warga. Dia menyebutkan harga yang diinginkannya adalah Rp 5 juta untuk penggantian rumah, baru bersedia pindah.

Warga lain lagi mengatakan tidak percaya dengan rumah susun yang disediakan. Pasalnya rumah susun tersebut dinilainya banyak mafia. Warga Pendongkelan, Taslimah mengatakan tidak mau pindah ke rusun, karena akan ditekan juga, bayar sana sini. Selain enggan pindah, dia juga mengatakan tinggal di Pendongkelan sudah sejak lama. Hingga kini memiliki tujuh anak dan enam cucu, untuk itu tidak akan pernah menjual tanah keluarganya tersebut kepada siapapun.

Walaupun diwarnai kericuhan tersebut, akhirnya pembongkaran tetap bisa dilakukan. Pemerintah Provinsi merencanakan tanah penggusuran tersebut akan dibuat lahan hijau dan menjadi tempat rekreasi di Jakarta Timur.

Sumber : indosiar, tempo, sindonews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita