155 Rabu, 05 November 2014 | 16:38:26

Atmosfer Baru dengan Menteri yang Baru

Atmosfer Baru dengan Menteri yang Baruandroidcenterindonesia

Setelah dilantik sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pada tangga 27 Oktober 2014, Basuki Hadimuljono mulai hari itu juga telah resmi menduduki Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), yang pada masa sebelumnya diduduki oleh Djan Faridz. Sanggupkah Basuki memberikan suasana baru di bidang perumahan rakyat? Langkah dan pergerakan apa pula yang mesti didahulukan dalam upaya menekan defisit perumahan atau backlog?

Dalam susunan kabinet kepeminpinan Joko Widodo lahir kementerian gabungan. Salah satunya ialah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyar. Penggabungan dua hal tersebut sempat memicu kekhawatiran akan menghambat program perumahan rakyat.

Tetapi. Basuki menampik kekhawatiran tersebut. Mantan Dirjen Penataan Ruang Kementerian PU tersebut menegaskan, dalam sektor perumahan rakyat akan difasilitasi dalam satu wadah direktorat jenderal. “Anggaran untuk perumahan rakyat kan telah mencapai angka Rp 5 triliun untuk tahun 2015. Jadi, menurut saya hal tersebut tidak ada persoalan lagi. Program renstra yang telah ada akan terus dilanjutkan,” jelasnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Basuki juga berani menjamin kelanjutan dari pembahasan RUU Tapera. RUU yang merupakan harapan agak menjadi sebuah solusi dalam permasalahan backlog ini akan segera diajukan lagi kepada pihak DPR. Bahkan, Basuki juga menyatakan backlog perumahan akan segera diselesaikan.

“Apabila RUU Tapera telah disetujui, menurutnya, maka tiap tahun akan dihasilkan sekitar 500 ribu unit rumah baru yang dibangun untuk rakyat, baik lewat rumah swadaya, formal ataupun skema dari FLPP(Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan),” ucap dia.

Rei atau Real Estate Indonesia juga berharap kepada kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat agar dapat mendongkrak pembiayaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang disingkat MBR. Di pihak lain, problema mengenai infrastruktur juga telah menjadi sebuah isu penting dalam merealisasikan pemenuhan kebutuhan rumah layak huni.

Sumber : berita satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita