354 Rabu, 05 November 2014 | 14:03:29

Akses dan Lahan Menjadi Kendala Pembangunan Pelabuhan Kendal

Akses dan Lahan Menjadi Kendala Pembangunan Pelabuhan Kendaltribunnews

Pembangunan sebuah pelabuhan niaga di wilayah Pelabuhan Kendal masih terhalang akses jalan yang baru mencapai 80 persen. Tidak hanya itu, lahan yang dibutuhkan bagi pelabuhan barang tersebut seluas 3,1 hektare lagi.

Subarso, Kepala Dinas Perubungan Kendal mengatakan, pelabuhan niaga sekarang ini sedang terkendala oleh belum rampungnya akses jalan menuju ke pelabuhan. Pembangunan jalan menuju dermaga penumpang batu mencapai 80 persen.

Selain akses jalan yang belum rampung, pembangunan pelabuhan niaga juga terhalang penyediaan lahan yang masih kurang. “Kami masih membutuhkan lahan seluas 3,1 hektar lahan seperti disyaratkan oleh pihak Kementerian Perhubungan dalam membangun pelabuhan niaga,” ucapnya, Selasa (4/11/2014).

Usaha selanjutnya ialah membebaskan lahan dari warga sesuai dengan nilai appraisal yang telah ditentukan. Tetapi Subarso meyakinkan tidak ada kendala, sebab saat ini telah dimulai komunikasi dengan warga pemilik lahan dalam menentukan harga sesuai perjanjian.

Sedangkan proses terakhir pembangunan pelabuhan yaitu menyelesaikan break water atau pemecah ombak. Paska itu kelengkapan sarana serta prasarana pendukung pelabuhan dan SDM yang diperlukan. “Seluruhnya sudah dipersiapkan, tidak ada masalah,” ia melanjutkan.

Sementara Widya Kandi Susanti, Bupati Kendal mengatakan, kalau saat ini pihaknya telah mendapat izin operasional pelabuhan penumpang. Bahkan armada kapal-kapal dari Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang telah akan mulai dialiohkan ke Pelabuhan Tanjung Kendal.

Selain hal tersebut ada juga beberapa Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya yang akan berlabuh ke Pelabuhan Tanjung Kendal. “Kami cukup menyiapkan tenaga dalam mengatur lalu lintas kapal,” jelasnya.

Sumber : sindonews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita