250 Kamis, 30 Oktober 2014 | 17:48:41

Proyek Monorel terancam mangkrak kembali

Proyek Monorel terancam mangkrak kembaliTiang Monorel yang terpasang

Proyek Monorel di DKI Jakarta seakan tidak lepas dari masalah. Setelah beberapa lama terkatung-katung dua tahun lalu, tiang pancang monorel terancam mangkrak lagi saat ini.

Hal ini disebabkan oleh belum adanya kesepakatan antara pihak pemerintah provinsi DKI Jakarta dan PT JM selaku perusahaan pelaksana proyek tersebut. Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku kecewa PT JM hingga kini belum memberikan ke pemprov jaminan 5 persen dari total investasi sebesar Rp 15 triliun.

Atas tidak adanya jaminan tersebut, Ahok mengancam proyek tersebut dibiarkan mangkrak daripada dilanjutkan jika modal perusahaan tersebut tidak jelas modalnya.

PT JM meninginkan hak properti sebanyak 200.000 m2 untuk pengembangan usahanya. Menurut Ahok, Lahan properti seluas itu jika disewakan harganya Rp 25 juta pertahun, maka PT JM akan mendapatkan Rp 50 triliun dalam jangka 10 tahun. Investasi pembangunan monorel hanya Rp 15 triliun.

Ahok menolak investasi tersebut karena Pemprov DKI tidak tertarik menggunakan uang rakyat untuk pembangunan transportasi massal. Pihak pemprov lebih menginginkan pihak ketiga yang berinvestasi untuk modal dalam membangun transportasi massa.

Proyek ini telah digagas ketika pemerintahan Gubernur Sutiyoso, dan sudah dipasang beberapa tiang pancang. Namun terhenti pada kepemimpinan Gubernur Sutiyoso. Kemudian Pada era Gubernur Jokowi dihidupkan lagi, namun kesepakatan antara Pihak pengembang tidak ada titik temu. Pasalnya pihak investor juga khawatir untuk berinvestasi karena belum tentu cepat kembali. Menurut mereka keberadaan monorel di beberapa negara adalah proyek yang merugikan secara bisnis.

Sumber : Poskotanews, Tribunnews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita