296 Rabu, 22 Oktober 2014 | 16:18:44

Negosiasi di Atas Lahan Negara

Negosiasi di Atas Lahan Negarakompas

Aktivitas gusur rumah di bantaran kali ibukota merupakan kegiatan yang lumayan sering dilakukan Pemprov DKI Jakarta belakangan ini. Seperti yang berlangsung di pinggiran kali Grogol, kawasan Pal Merah, Jakarta Barat.

Sejumlah warga menghalangi aparat yang berusaha masuk ke wilayahnya dengan mengibarkan spanduk bertuliskan tolakan-tolakan penggusuran. Tetapi aksi penolakan tersebut tidak menghasilkan respon dari pemerintah.

Untuk memudahkan pembokaran rumah yang kepemilikannya dinilai tidak sah , pemerintah sengaja mengerahkan alat berat. Ada sekitar lebih dari 113 rumah yang dibongkar.

Hal sama juga terjadi di Kali Sekretaris, Jakarta. Sejumlah warga yang menghuni bantaran kali tersebut merangsek kedalam kantor gubernur menolak program penggusuran. Mereka khawatir tidak mendapatkan ganti rugi yang setara jika hunian mereka digusur, sebab akan dibangunnya jalan inspeksi dengan lebar 7,5 meter

Program bersih-bersih bantaran kali dari bangunan liar di kali Jakarta memicu keingintahuan. Benarkah warga tidak memiliki hak atas tanah dan bangunan ini.

Penelurusan untuk mencari bukti-bukti segera dijalankan. Salah satu kawasan yang diperkirakan terjamah program bersih-bersih bantaran kali dikunjungi.

Pemukiman padat diwilayah kelurahan Tegal Alur, kecamatan Kalideres, Jakarta Barat contohnya. Perumahan warga yang bertengger di pinggir Kali Semongol telah mendapatkan peringatan dari pihak pemerintah.

Seperti tanda guratan biru pada tembok rumah warga. Hal tersebut merupakan fakta bahwa pemerintah serius melakukan penghitungan lahan sehubungan dengan rencana pembongkaran hunian di bantaran sungai tersebut.

Mencari hunian yang layak khususnya di Ibu Kota sangat sulit. Terbatasnya kemampuan membeli dan tersedianya lahan bagi tempat tinggal, untuk masyarakat dengan ekonomi pas-pasan merupakan alasan kuat bagi mereka mendirikan hunian di bantaran kali.

Target pemerintah dalam pembuatan jalur inspeksi serta menormalisasi kali ini mengancam warga yang menjadikan bantaran kali sebagai lahan tinggal mereka. Terutama bagi warga yang memiliki hak huni, walau itu pun terdengar tidak wajar.

Bukti tersebut memicu tim Sigi Investigasi untuk menemukan pembanding. Pemukiman pinggiran kali Angke pun jadi daerah sasaran berikutnya.

Ada hal yang menarik pada bantaran kali itu, bangunan yang ada di pinggiran kali ternyata telah di bongkar sendiri oleh si pemilik tanpa menunggu tindakan dari pemerintah.

Sumber : liputan 6

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita