346 Rabu, 22 Oktober 2014 | 14:42:08

Inkopau Dinilai Langgar UU Terkait Sengketa Bandara Halim

Inkopau Dinilai Langgar UU Terkait Sengketa Bandara Halimipotnews

Permasalahan sengketa Bandara Halim Perdanakususma yang melibatkan PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS) dengan Koperasi TNI Angkatan Udara (inkopau), merupakan murni kesalahan Inkopau.

Said Didu yang merupakan Mantan Sekretaris Menteri Kementrian BUMN berpendapat, dalam permasalahan ini Inkopau telah melanggar UU Keuangan Negara serta melanggar UU TNI.

Dalam penjelasannya ia mengatakan asal muasal sengketa Bandara Halim Perdanakusuma berlangsung. Yang mana pada perjanjian awal antara TNI dengan pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Udara) kementerian Perhubungan, lalu memberikan pengelolaan tersebut kepada pihak PT Angkasa Pura (AP) II.

“Penyerahan tersebut beradasarkan undang-undang Keuangan Negara, yang didalamnya pengaturan aset negara,” ucap Said ketika ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta hari Senin kemarin (20/10).

Said menjelaskan, kemudian pemerintah menerbitkan UU TNI pada tahun 2004, yang mengatakan TNI AU dilarang berbisnis langsung ataupun tidak langsung. Lalu pada tahun 2006, pihak TNI AU menyerahkan pengaturan aset kepaad Inkopau.

“Titik permasalahannya ialah penyerahan aset negara dari TNI AU kepada Inkopau. Itu sebabnya Inkopau melangar dua undang- undang, yang pertama UU TNI dan yang kedua UU Keuangan Negara. Sehingga cacat hukum yang berlangsung merupakan aset dari TNI kepada Inkopau. Jika dalam UU Keuangan Negara, hal tersebut kan semestinya memlaui lelang, namun yang terjadi tidka ada proses lelang,” ungkap Said.

Masih menurut Said, dalam perjanjian Lion Group dengan pihak Inkopau tidak ada dasar hukumnya, berarti kontrak tersebut mesti gagal demi hukum. : Di dalam undang-undangnya, TNI itu dilarang keras mendirikan koperasi, serupa dengan halnya Inkopau mengambil harta negara, Tukas Said.

Sumber : jpnn

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita