353 Selasa, 21 Oktober 2014 | 10:14:45

Investor enggan ke Natuna Sebab Infrastruktur Buruk

Investor enggan ke Natuna Sebab Infrastruktur Burukthe jakarta post

Ilyas Sabli Bupati Natuna menjelaskan, pihaknya mengalami kesulitan mengajak investor untuk berinvestasi di Natuna. Padahal, dirinya tersebut sudah acap kali merayu dan mengajak para investor itu. Akan tetapi, usahanya tersebut hingga saat ini belum juga memperlihatkan hasil yang positif.

“Kalau bahasa Natunya nya, Bibir hingga berbuah membujuk dan mengajak investor guna membuka usaha di Natuna, karena terlalu seringnya saya merayu-rayu mereka itu,” ucap Bupati Ilyas.

Ilyas mengatakan, setiap saat dirinya pergi beranjak dari Natuna, pihaknya pasti menyediakan waktu guna mencari investor besar, untuk diajak bersama-sama dalam membangun dan meraup keuntungan di Natuna.” Setiap bertemu dengan pemodal saya undang mereka ke Natuna untuk berbarengan menggali potensi alam yang ada di Natuna, tetapi hingga saat ini belum ada yang menyanggupi,” tambahnya.

Yang menjadi alasan para pemodal tersebut enggan berinvestasi di Natuna bermacam-macam. Namun yang paling utama adalah mereka mempertimbangkan sarana infrastruktur di wilayah Natuna yang masih dinilai belum mendukung oleh para investor, jika mereka memulai usaha mereka di Natuna.

Contohnya, mereka memiliki alasan enggan terbang ke Natuna apabila mengendarai pesawat baling-baling. Tetapi ada juga yang menjadikan kurangnya sarana listrik dan air di Natuna sebagai alasan.

Menanggapai hal tersebut, pemerintah daerah tidak mempunyai alternative lain, yaitu akan memfasilitasi infrastruktur semampunya dengan budget yang dimiliki oleh pemerintah. Meskipun proses pengembangannya dikerjakan secara bertahap sebab terbatasnya anggaran yang tersedia.

Sumber : Batam pos

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita