201 Rabu, 01 Oktober 2014 | 17:53:11

Model Hukum Pembangunan MRT Jakarta Patut Ditiru

Model Hukum Pembangunan MRT Jakarta Patut Ditiruhukum online

Bentuk hukum pembangunan infrastruktur transportasi masal oleh PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, dinilai menarik dan unik. Apapbila proyek ini berhasil, maka model hukum seperti ini dianggap sesuai untuk diterapkan bagi pembangunan infrastruktur di daerah lain.

Pembangunan proyek ini tidak dikelola langsung oleh pemerintah provinsi (Pemprov) DKI, akan tetapi melalui sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). PT MRT memiliki wewenang untuk melakukan lelang kontraktor serta penyedia jasa lainnya, dan juga penandatanganan perjanjian terkait sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2008, mengenai Pembentykan PT MRT Jakarta.

Satya Arianto, Profesor Hukum Tata Negara mengucapkan, Perda nomor 3/2008 memberi kuasa atribusi PT MRT guna melakukan penyelenggaraan sarana serta prasarana perkeretaapian umum perkotaan.

“Mencakup pembangunan, perawatan, pengoperasian serta pengesahan sarana dan prasaranan MRT. Begitu juga dengan pengembaan dan pengelolaan properti bisnis, pada kawasan sekitar depo dan stasiun,” katanya saat di wawancarai di Pullman Hotel, Jakarta, Kamis (25/9).

Satya menuturkan hal tersebut, dalam sebuah seminar “Model Hukum Pembangunan Infrastruktur Transportasi Publik”. Hal tersebut terkait dengan perkeretaapian di Indonesia yang diatur dalam kebijakan lain, yaitu dalam Undang Undang (UU) Perkeretaapian No.23 tahun 2007.

Kemajuan proyek MRT oleh PT MRT selaku BUMD sejalan dengan peraturan dalam UU ini. UU Perkeretaapian menyatakan bahwa penyelengaraan prasaranan dan sarana perkeretaapian publik dapat dikelola Pemerintah, BUMN, BUMD, Pemda, atapun badan hukum Indonesia khusus menangani perkeretaapian.

Sumber : metrotvnews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita