373 Selasa, 30 September 2014 | 13:43:10

PT MRT Yakin Pembangunan Akan Tetap Berjalan Lancar

PT MRT Yakin Pembangunan Akan Tetap Berjalan Lancarwalpaperose

Konflik internal yang terjadi di pemegang saham antara PT Dextram Contractors dengan Shimizu Corporation masih terus bergulir, Perlu diketahui  Dextam  merupakan mitra lokal dari Shimizu Indonesia.

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta meyakinkan bahwa, konflik yang terjadi tersebut tidak akan berpengaruh pada proses pembuatan transportasi masal berbasis rel ini, yang saat ini telah memasuki fase pembangunan stasiun bawah tanah.

Dono Boestami, Direktur Utama dari PT MRT Jakarta menegaskan, bahwa masalah antara PT Dextam dan Shimizu yang telah memasuki tahap banding di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu, tidak ada hubungannya dengan pembangunan proyek MRT.

“Persoalan tersebut, tidak ada hubungannya dengan proyek MRT. Itu persoalan rumah tangga mereka yang telah dipisahkan. Sehingga tidak ada hubungannya dengan proyek MRT, “ Dono menjelaskan, Senin (29/9/2014).

Sehubungan dengan adanya perkara dengan No. 215/Pdt.G/2012/PN.Jkt.Pst atau dikatakan sebagai kasus No. 215 yang berada dalam proses banding, Shimizu dituntut oleh PT Dextam agar didepak dari konsorsium yang mengerjakan pengembangan konstruksi stasiun layang, menurut Dono juga tidak akan menghambat agenda kerja pembangunan MRT.

Dono melanjutkan, hal tersebut disebabkan karena PT MRT telah menandatangani perjanjian dengan konsorsium, yang merupakan koalisi dari beberapa perusahaan lokal dan perusahaan asing, tidak hanya dengan Shimizu saja.

“Untuk kami, jika Shimizu dikeluarkan juga tidak menjadi persoalan. Sebab kami memliki kontrak dengan konsorsium, tidak dengan Shimizu,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Shimizu Corporation adalah firma yang masuk di Konsorsium Obayashi-Shimizu-Jaya-Konstruksi, sebagai pememnag dari lelang proyek Surface Section atai Konstruksi Layang CP 103 dengan pagu 10 miliar yen. Lama jangka waktu pengerjaan konstruksi adalah 243 minggu.

Gugatan yang diajukan oleh Dextam terdiri dari 3 macam gugatan, dengan nomer perkara 213, 214, serta 215. Pada perkara no 213 dan 214, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah menerbitkan putusan sela pada 2 September 2014. Putusan tersebut adalah penolakan gugatan PT Dextam sebab PN Jakarta Pusat tidak mempunyai kemampuan secara absolut atau tidak berkuasa dalam memeriksa dan menentukan kedua perkara yang diajukannya.

Perkara terakhir yaitu No. 215/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Pst atau perkara nomer 215, saat ini masih bergulir di PN Jakarta Pusat. Sayangnya dalam putusan sela PN Jakarta Pusat bagi perkara No. 215 pada 2 September, majelis hukum telah memutuskan menolak ekspesi kompetensi absolute yang telah diajukan oleh pihak Shimizu.

Perkara No.215 ini dikhawatirkan akan memberi efek terhadap kelancaran dan ketepatan waktu pengerjaan proyek MRT. Sebab dalam perkara ini, Dextam memohon agar Shimizu tidak lagi dilibatkan dalam proyek MRT. Sedangkan Shimizu telah dinyatakan sebagai pemenang lelang oleh Pemerinta Provinsi DKI Jakarta.

Sumber : berita satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita