159 Selasa, 30 September 2014 | 13:39:03

Daewoo Merekomendasikan Jasa Marga Untuk Proyek Jalan Tol

Daewoo Merekomendasikan Jasa Marga Untuk Proyek Jalan Tolbisnis keuangan

Penelitian Daewoo Securities Indonesia mengungkapkan, saham PT Jasa Marga Tbk, atau JSMR dapat menjadi pilihan investor seiring dengan besarnya potensi bisnin di sektor infrastruktur jalan tol di Indonesia.

“Prospek pengembahan jalan tol sangat terbuka lebar,” catatan penelitian Daewoo Securities Indonesia, pada hari Jumat (19/9).

Riset tersebut mengungkapkan, sebagai perbandingan, Indonesia memiliki jalan tol lebih dahulu dari pada Malaysia. Di Malaysia total panjang jalan tol yang ada sejumlah 3.000 kilometer (km), akan tetapi kini total panjang jalur tol di Indonesia pada tahun 2013 hanyalah sepanjang 774 km. Untuk China, negara ini telah memiliki jalan tol sepanjang 50.000 km.

“Jagorawi adalah jalan tol pertama yang ada di Indonesia, jalan tersebut diresmikan pada bulan Maret Tahun 1978,” ucapnya.

Perbandingan di atas memperlihatkan dari sudut prospek pengembangan jalan tol sangat terbuka lebar. “apalagi saat ini dengan ekonomi daerah yang dapat menciptakan permintaan jalur bebas hambatan, guna membantu kelancaran pekerjaan,” ujarnya.

Melihat besarnya peluang tersebut, PT Jasa marga selaku operator jalan tol besar di Indonesia, dengan jumlah panjang 576 km atau sekitar 74 persen dari jumlah keseluruhan jalan tol yang ada di Indonesia, maka akan sangat diuntungkan.

Menurut penelitian Daewoo, panjang ruas tol yang dikelola perseroan pada 2014 akhir ini akan menjadi 589 km, atau meningkat sebesar 6,3 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2013 lalu. Adapun proyek jalan tol yang tengah dikerjakan akan selesai pada pertengahan tahun 2017. Maka pada saat itu panjang jalur tol perseroan akan meningkat 7,5 persen CAGR per tahun dari sekarang, atau menjadi sepanjang 738 km.

Pemasukan operator jalan tol BUMN ini ditopang oleh tarif told dan juga total kendaraan yang lewat. Bagi tarif tol, pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan tarif per dua tahun yang dikalkulasi berdasarkan inflasi. Sementara total kendaraan yang melintas dipengaruhi oleh kenaikan traffic tol lama dan traffic tol baru. “Dalam 13 tahun terakhir kenaikan traffic jalan tol perseroan meraih 6,6 persen CAGR,” katanya.

Akan tetapi dampak kenaikan harga BBM terhadap traffic perseroan sangat sedikit.  Contohnya di tahun 2006 penjualan kendaraan roda empat turun sekitar 40 persen sebagai efek langsung kenaikan BBM di tahun 2005 sejumlah 149 persen. Namun traffic perseroan cuma turun ke angka 2,4 persen.

Untuk kinerja, dalam kurun waktu 7 tahun pendapatan EBITDA, netprofit, serta EPS perusahaan berkembang 25,4 persen , 41,2 persen, 28,12 persen dan yang terakhir 23,6 persen.

“Dengan karektiristik bisnis yang lumayan defensif dan prospek yang cukup cerah, investor mulai bisa memperhatikan saham ini, “ menurut riset Daewoo.

Sumber : berita satu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita