234 Selasa, 23 September 2014 | 18:13:19

Jagorawi Patut Ditiru Dalam Pembangunan Tol Manado

Jagorawi Patut Ditiru Dalam Pembangunan Tol Manadopu go

Veronica Kumurur, Pengamat Lingkungan dan Tata Kota Sam Ratulangi mengatakan catatan kritisnya sehubungan pekerjaan proyek jalan Tol Manado-Bitung.

“Harapan saya pengerjaan jalan tol Manado-Bitung akan disesuaikan dengan pembangunan pemukiman terencana layaknya tol Jagorawi,” ucap Veronica, Senin (22/9/2014).

Ia meminta ketegasan pemerintah mengenai penataan pemukiman ini. Pemerintah mesti merancang perencanaan yang matang agar warga maupun developer yang akan membangun hunian di area tersebut, tertata agar tidak berantakan dan tidak menimbulkan daerah macet yang baru.

Pemukiman yang berantakan dapat menjadi sumber kemacetan di jalur menuju tol atau di ruas tol itu sendiri. Karena saat jalan tol ada, otomatis akan tumbuh pemukiman, tempat usaha makanan ataupun penginapan di tempat-tempat tertentu.

Itu sebabnya pemerintah harus tegas dalam menghadapi pihak developer ataupun warga yang melanggar peraturan mengenai izin membangun di lokasi itu.

Hunian yang terlalu dekat dengan ruas tol akan menimbulkan kemacetan, tidak hanya itu hunian juga mesti memperhatikan keselamatan orang yang membawa kendaraan yang akan melintasi jalur tol tersebut juga keselamatan warga pejalan kaki.

Veronica juga berharap pemerintah bisa tegas mengenai pembuatan jalur hijau. Perihal tersebut sangat penting sebagai wilayah resapan air maupun guna mengontrol polusi dari kendaraan kecepatan tinggi.

“Tidak hanya itu saja, saat macet menimbulkan asap polusi, tetapi kendaraan yang berjalan cepat itu juga  mengeluarkan polusi yang berpengaruh terhadap efek rumah kaca, dan pastinya hal itu harus dapat dicegah. Sebab efeknya memang tidak langsung terjadi, akan tetapi pemerintah memahami betul dampak buruk dari pemanasan global tersebut. Itu sebabnya di jalan tol maupun di dalam kota Manado serta di seluruh wilayah Indonesia harus memiliki jalur hijau,” jelasnya.

Peran masyarakat sangat utama dalam merealisasikan pembangunan. Salah satunya pembangunan jalan tol yang tentunya sangat mendesak di Sulawesi Utara, sebab semakin hari SUlawesi Utara kian dipadati oleh kendaraan, dan juga dalam menyambut perwujudan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah bitung.

“Warga mesti merelakan lahannya ketika ada pembebasan lahan, karena ini untuk kepentingan bersama. Tentu diimbangi juga dengan tindakan pemerintah dengan memberikan ganti rugi yang sesuai bagi warga, agar dapat saling mendukung. Bukan malah menambah masalah baru yang akan menghambat infrastruktur di Sulawesi Utara,” Harapnya.

Sumber : tribun news

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita