231 Rabu, 03 September 2014 | 12:43:03

Sengketa Pailit: Gedung Metro Batavia Batal Direbut

Sengketa Pailit: Gedung Metro Batavia Batal Direbutkompasiana

Bekas lahan dan gedung kantor Metro Batavia yang terletak di daerah Juanda, Jakarta Pusat batal masuk boedel pailit. Hal tersebut terjadi setelah Mahkamah Agung tidak mengabulkan kasasi yang diajukan oleh Tim Kurator PT Metro Batavia (dalam pailit). Menurut situs resmi Mahkamah Agung (MA), majelis yang dipimpin oleh Nurul Elmiyah serta I Gusti Agung Sumanatha dan Soltoni Mohdally selaku anggota menolak kasasi tim kurator yang diputus pada 11 Agustus 2014. Putusan itu juga menguatkan putusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat No.02/Pdt.Sus/Actio Pauliana/2014 pada 19 Mei 2014, yang tidak mengabulkan permohonan aset Batavia itu masuk dalam boedel pailit.

Salah seorang kurator PT Metro Batavia, yaitu Turman Panggabean mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui putusan tersebut. Pihaknya juga belum memperoleh konfirmasi dari Mahkamah Agung.

“Saya menyesalkan putusan tersebut karena hakim MA tidak memahami perkara kepailitan. Secara fakta, lahan dan bekas kantor Metro Batavia tersebut merupakan aset debitur dan bukan milik pribadi Yudiawan,” ungkap Turman, Senin (1/9/2014).

Dia melanjutkan, gedung itu adalah aset debitur dengan nilai pembelian Rp 25 miliar pada saat itu, menurut laporan keuangan 2010-2011. Laporan auditor juga menjelaskan bahwa aset dengan nilai Rp 67 miliar tersebut adalah milik Metro Batavia dan bukan milik pribadi Yudiawan.

Ditemui secara terpisah, Tri Hartanto selaku kuasa hukum Yudiawan, mengatakan bahwa dirinya merasa senang dan bersyukur atas putusan tersebut walau belum membaca salinan putusan tersebut.

“Itu berarti argumen pembelaan kami benar dan telah diterima majelis hakim. Bahkan, perkara ini sebenarnya sudah ditolak saat di pengadilan niaga,” ucap Tri.

 

 

Sumber: bisnis

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita