295 Rabu, 03 September 2014 | 09:55:14

Surat Tanah Ganda, Sengketa Lahan Sulit Diselesaikan

Surat Tanah Ganda, Sengketa Lahan Sulit Diselesaikanokezone

Sengketa lahan di Tanjungpinang sulit diselesaikan karena banyaknya pemilik pada satu bidang tanah. Bahkan, sering ditemukan dua sampai tiga sertifikat kepemilikan pada satu bidang tanah. Persoalan tersebut dibenarkan oleh Lis Darmansyah selaku Wali Kota Tanjungpinang, waktu memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan juru ukur bagi petugas pertanahan di kecamatan dan kelurahan, di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (2/9/2014).

Lis menilai, hal itu terjadi akibat lemahnya kontrol dan pengawasan para aparat sehingga surat-surat tanah dapat dengan mudahnya dipalsukan dan akibatnya sebidang tanah bisa memiliki banyak alashak.

"Ke depannya kita akan menggunakan format baru sistem secure printing dalam menerbitkan surat-surat tanah. Tujuannya agar tidak gampang dipalsukan," jelas Lis.

Sedangkan, Abu Mansyur selaku Kepala Bagian Keagrariaan Setdako Tanjungpinang, mengatakan bahwa pelatihan yang diadakan selama tiga hari itu bertujuan agar para petugas juru ukur tanah memahami tata laksana pengukuran tanah secara akurat menggunakan GPS dan membuat peta lokasi. Hal tersebut bermaksud agar tidak ada lagi tumpang tindih atas kepemilikan tanah.

"Tanah sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Bukan hanya untuk tempat tinggal saja, namun juga untuk investasi," ujar Abu.

Abu menambahkan, penyelesaian masalah tanah sengketa yang sampai saat ini masih menjadi salah satu tugas berat pemerintah, terlebih  jika dihadapkan pada banyaknya kelalaian dalam proses administrasi di masa lalu akibat kurangnya kontrol dan pengawasan, juga kurang mampunya SDM dalam penguasaan di lapangan.

Kasus penumpukan surat kepemilikan pada satu bidang tanah ini pernah dialami seorang pejabat di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Sebidang tanah yang dibelinya di Jalan Raja Haji Fisabilillah rupanya memiliki banyak surat.

Setelah tanah itu dibayar kepada pemiliknya, ternyata ada pihak lain yang mengklaim sebagai pemilik dengan menunjukkan surat tanahnya. "Untuk bangun rumah saya itu, saya sampai tiga kali bayar ganti rugi kepada tiga pemilik yang berbeda," ungkap pejabat yang enggan disebutkan namanya tersebut.

 

 

Sumber: batamtoday

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita