97 Senin, 01 September 2014 | 17:16:16

Investasi Properti dibidik Untuk dikenakan Pajak Progresif

Investasi Properti dibidik Untuk dikenakan Pajak Progresifbisnis

Banyaknya konsumen untuk membeli rumah bukan sebagai rumah hunian, tetapi sebagai pencari investasi dapat dibidik untuk menjadi langkah optimalisasi penerimaan pajaka. Hal tersebut disebutkan oleh pengamat ekonomi Enny Sri Hartati dari Instritute for Development of Economics and Finance (INDEF) beberapa waktu lalu.

Penerapan pajak progresif pada sektor properti dapat membantu perbankan untuk mengerem permintaan kredit kepemilikan rumah yang terus meningkat. Enny menilai hal ini didasarkan karena permintaan kredit KPR lebih banyak didasari motif konsumen untuk berinvestasi, bukan untuk dihuni. Akibatnya akan terjadi ketimpangan kepemilikan rumah antara masyarakat menengah ke bawah, menengah, dan menengah atas.

Dengan fenomena tersebut akan banyak masyarakat mampu membeli rumah lebih dari satu untuk investasi. Sedangkan yang benar-benar butuh malah tidak akan kebagian.

Solusinya untuk hal tersebut, Enny mengungkapkan penerapan pajak progresif pada properti akan dapat membatasi kepemilikan rumah oleh konsumen yang mampu bermotif investasi.

Dengan demikian, masyarakat menengah dan menengah kebawah dapat kesempatan lebih besar untuk mengajukan kredit pembiayaan rumah ke perbankan. "Ini juga dapat membantu persoalan rasio kepemilikan rumah yang masih sangat timpang. Dari ratusan juta masyarakat, sedikit yang sudah punya rumah," kata Enny.

Perlakuan pajak progresif pada industri properti adalah pemungutan pajak akan naik seiring bertambahnya nilai pada rumah setelah pembelian rumah pertama. Saat ini beberapa pajak yang diberlakukan untuk properti adalah Pajak Bumi Bangunan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan Barang Mewah dan Pajak Penjualan Properti.

Sumber : wartaekonomi

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita