237 Senin, 01 September 2014 | 09:51:28

Bank Turunkan Bunga Deposito Bersamaan

Bank Turunkan Bunga Deposito Bersamaantribunnews

Prospek kredit yang lesu mendesak bank memutar otak. Salah satu langkahnya, bank memotong bunga deposito nasabah besar. Tujuannya yaitu mengurangi beban bunga agar margin tetap tebal. Meskipun sulit, saat ini hal tersebutlah yang paling mungkin untuk dilakukan.

Lihatlah langkah Bank Central Asia (BCA). Bulan depan, bank swasta ini akan menurunkan suku bunga deposito hingga 50 basis poin (bps). Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BCA menyatakan, BCA akan menurunkan bunga dari 9 persen menjadi 8,5 persen per 1 September.

Penurunan bunga ini berlaku untuk deposan yang memiliki simpanan di atas Rp 25 miliar. Sebelumnya, BCA sudah memangkas bunga deposito sebesar 25 bps pada Agustus lalu. Jahja berkata, pihaknya tidak khawatir kehilangan dana deposan kakap karena likuiditas BCA masih longgar. Kini, cadangan likuiditas BCA yang tersimpan di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) masih mencukupi.

"Kebanyakan dana mahal kami rugi. Kami mengalah untuk mengurangi suku bunga deposito, jadi nasabah yang pindah bank dana-nya dapat dinikmati oleh bank lain," kata Jahja, Jumat (29/8/2014).

Walau melepas deposan kakap, BCA percaya dana pihak ketiga (DPK) tetap mampu tumbuh 10 persen sampai akhir tahun. "Yang penting bukan DPK tapi bottom line. Revisi DPK sudah memperhitungkan langkah ini," terang Jahja.

Serupa, CIMB Niaga mengatakan sudah memangkas bunga simpanan kakap atau special rate ke level 8,5-9,5 persen. Wan Razly Abdullah selaku Chief Financial Officer CIMB Niaga, menyatakan, bunga deposito premium menurun bersamaan perbaikan rasio likuiditas atau loan to deposit ratio (LDR).

Kini, LDR CIMB Niaga ada pada level 95 persen. sampai akhir tahun, LDR ditargetkan pulih ke level 90-92 persen. "Belum ada kepastian apakah bunga akan turun lagi, bergantung likuiditas di pasar," ungkap Wan Razly.

Salah satu faktor yang diawasi CIMB Niaga untuk menurunkan bunga deposito lebih lanjut yaitu pemulihan ekonomi.

Cara berbeda dilakukan bank pemerintah. Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank BNI enggan memangkas bunga deposito. "Spesial rate itu negotiable. Karena deposan juga mengambil kredit di BRI, jadi bisa tingkatkan keutungan," ucap Baiquni.

Darmadi Sutanto selaku Direktur Ritel dan Konsumer BNI menyatakan, BNI tidak menurunkan bunga tetapi selektif memberi bunga tinggi.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita