218 Jum'at, 29 Agustus 2014 | 13:01:51

Depok Berkembang Tanpa Struktur & Infrastruktur Yang Layak

Depok Berkembang Tanpa Struktur & Infrastruktur Yang Layakwikipedia

Depok, Jawa Barat, akan mengalami nasib seperti Jakarta. Perkembangan kota ini terkesan tidak terencana, tanpa struktur dan dukungan infrastruktur memadai. Perumahan tumbuh marak di berbagai tempat tanpa memperhitungkan daya dukung tranportasi umum dan jaringan jalan. Hasilnya kemacetan terjadi dimana-mana mulai dari area permukiman sampai ke jalan protokol.

“Tapi yang saya tidak mengerti adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah kota tidak terkait dengan prinsip pembangunan infrastruktur. Pemkot malah membuat kebijakan one day no rice (sehari tanpa nasi), apa relevansinya,” ujar Yayat Supriatna seorang pengamat Tata Kota dan dosen Teknik Planologi Univeritas Trisakti Jakarta, di Jakarta, Kamis (28/8/2014). Komentar itu dikatakan Yayat terkait pemilihan Walikota Depok pengganti Nurmahmudi Ismail yang dijadwalkan dilaksanakan Oktober 2015.

Yayat mengakui sulit menahan ledakan pembangunan perumahan karena Depok merupakan kawasan penyangga Ibukota. Idealnya kawasan ini menjadi tempat tinggal juga tempat kerja jadi beban jalan Depok – Jakarta bisa berkurang. Tetapi, untuk merealisasikannya sangat berat.

“Tantangan kepemimpinan di Depok berikutnya adalah bagaimana mendorong mobilitas warganya untuk tidak selalu tergantung ke Jakarta. Depok harus tumbuh dari kota pemukiman menjadi kota ekonomi,” lanjutnya.

Beban jalannya semakin berat karena Kota Depok hanya memiliki sedikit jalan utama. Keadaannya semakin parah karena pengembangan fasilitas  dan hunian vertikal terpusat di Jl Margonda, jalan utama Depok menuju Jakarta.  “Akibatnya Depok bertambah macet. Mestinya pembangunannya diintegrasikan dengan sistem jaringan jalan dan pedestrian, kalau tidak bagaimana  ribuan penghuni apartemen dan pengunjung mal bisa mengakses kawasan Margonda dengan mudah,” jelas Yayat.

Yayat mengaku heran kenapa Pemkot Depok mudah memberi izin pembangunan perumahan di Citayam, Sawangan, Cimanggis, dan beberapa tempat lain yang infrastrukturnya minim. Kemacetan di jalan-jalan kecil di seluruh wilayah merupakan akibat dari pemberian izin yang tak terkendali. Pengembang harusnya bukan hanya membangun, tetapi turut serta memikirkan masalah ini. Contohnya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Organda menciptakan rute angkutan umum baru. ”Kalau menunggu pemerintah lama dan kebijakannya suka nggak nyambung,” pungkas Yayat.

 

 

Sumber: hosing estate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita