361 Jum'at, 29 Agustus 2014 | 10:59:29

Kang Emil sosok ideal Menpera

Kang Emil sosok ideal MenperaWalikota Bandung Ridwan Kamil-twitter

Sektor perumahan harus memerlukan penanganan yang serius dari pemerintah. Dimana kebutuhan papan saat ini masih belum dapat dipenuhi. Kebutuhan rumah masyarakat terus meningkat, sementara pasokan rumah layak huni dan terjangkau tidak mampu disediakan.

Siswono Yudo Husodo mengatakan sejak Indonesia merdeka, sektor perumahan selalu memiliki persoalan-persoalan sama. Tugas pemerintah untuk menyediakan rumah layak huni dengan harga terjangkau belum mampu untuk mengejar kebutuhan rumah masyarakat. Menteri Negara Perumahan Rakyat periode 1988-1993 itu mengusulkan solusi untuk mewujudkan industrialisasi di sektor perumahan. Industrialisasi yang membangun rumah yang relatif cepat, seragam dan harga terjangkau.

Sementara itu, Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI) mengajukan beberapa sosok Menteri Perumahan untuk menjadi Kabinet di Pemerintahan yang baru. Diantara keempat nama tersebut adalah Ridwan Kamil, Walikota Bandung saat ini.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) AP2ERSI, Ferry Sandhyana mengatakan bahwa pemerintahan baru perlu sosok yang ideal untuk posisi Menpera. Keempat orang tersebut adalah Zulfi Syarif Kotot, Enggar Triasto Lukita, Johansyah Siregar dan Ridwan Kamil. Hal tersebut dikatakannya dalam diskusi tentang Perumahan Rakyat di Hotel Gino Ferruci, Bandung, Kamis (28/08).

Keempat sosok terebut memiliki visi atas krisis perumahan, dan memahami bidang perumahan rakyat. Mereka juga memiliki roadmap dalam pembangunan perumahan yang jelas bahkan piawai dalam melakukan lobi politik.

Ferry mengatakan bahwa masalah perumahan rakyat saat ini adalah darurat, dengan berbagai kendala kekurangan rumah sampai 15 juta unit. Karena itu pemerintah harus serius terhadap perumahan sebagai indikator kesejahteraan masyarakat.

Sumber : Galamedia, BeritaSatu

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita