309 Rabu, 27 Agustus 2014 | 11:44:59

Mewujudkan Megapolitan Polycentric untuk Jakarta

Mewujudkan Megapolitan Polycentric untuk JakartaKemacetan di Jakarta - pidas

Ibukota Jakarta sebagai pusat bisnis dan pusat pemerintahan Indonesia semakin hari semakin bertumbuh dan saat ini telah berkembang menjadi Megapolitan Jabodetabek. Pertumbuhan pesat tersebut ternyata masih dihadapkan dengan masalah seperti kemacetan, banjir, dan infrastruktur.

Demi memenuhi infrastruktur dan mengurangi kemacetan, Pemprov DKI telah menyepakati megaproyek untuk pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota. Walaupun masih dalam kontrovesi, tetapi Pemprov menganggap hal tersebut adalah mendesak.

Proyek jalan tol ini akan mengerjakan ruas-ruas sebagai berikut. Pertama ruas Semanan Sunter, kedua koridor Sunter-Pulogebang, Ketiga ruas Duri Pulo-Kampung Melayu, empat Kemayoran-kampung melayu, ruas lima Koridor Ulujami-Tanah Abang, dan terakhir adalah Ruas Pasar Minggu-Casablanca. Total panjang ruas enam tol tersebut 69,77 km.

Pengamat perkotaan dari Universitas Pelita Harapan, Elisa Sutanudjaja mengatakan bahwa proyek tol tersebut bukanlah solusi dan tidak memberi manfaat. Menurutnya jalan tol ini hanya memberikan mobilisasi kendaraan untuk masuk ke Jakarta dari kota penyangga.

Sedangkan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang sebelum menjabat menolak pembangunan jalan tol di Jakarta mengklarifikasi pernyataanya.
"Sebagai politisi, pas kampanye, kami berpikir untuk apa membangun jalan, tapi transportasinya berantakan? Setelah mendapat kajian, pembangunan infrastruktur ini justru akan memaksa orang pindah ke transportasi massal," Katanya di Kementrian PU pada bulan lalu (25/07).

Selain itu, kata Ahok, sapaan akrab Wagub DKI rasio Jalan di Jakarta masih baru mencapai 6 persen saja. Jauh dari ideal rasio jalan kota besar yang mencapai 12 persen dari luas daerah.

Megapolitan Polycentric
Usulan lain yang untuk solusi kemacetan Jakarta adalah dari Emil Elestianto Dardak, Exceutive Vice President PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia. Dari tulisannya di blog kompasiana, Emil membuat usulan dalam solusi Jabodetabek yang monocentric.

Megapolitan Polycentric adalah memaksimalkan Peran kota satelit seperti Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang dan Serpong diharapkan memiliki pusat kegiatan ekonomi seperti Central Business District (CBD). Dengan konsep ini, warga tidak harus masuk Jakarta, tetapi melakukan kegiatannya di kota satelitnya masing-masing.

Untuk mewujudkannya, Emil berharap adanya konektivitas antara kota Satelit. Saat ini infrastruktur yang tersedia adalah tol JORR-2. Kemudian selanjutnya jaringan Kereta Api harus diperkuat untuk mendukungnya.

Sumber : Kompas, Kompasiana

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita