147 Senin, 25 Agustus 2014 | 12:45:37

BI: Boleh Saja Berutang, Namun...

BI: Boleh Saja Berutang, Namun...Liputan6

Bank Indonesia (BI) mengatakan keinginannya untuk mengeluarkan aturan pembatasan utang luar negeri atau ULN. Hal tersebut dilakukan bukan hanya bermaksud untuk membatasi korporasi berutang ke luar negeri. Secara substansial, aturan bank sentral tersebut bertujuan akan mengusahakan mitigasi risiko atas ULN.

"Intinya, aturan itu bersifat mendorong kehati-hatian perusahaan yang utang dari luar negeri, baik dari sisi memitigasi risiko currency dan memitigasi risiko likuiditas valuta asing," papar Juda Agung yang ialah merupakan Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI di kantornya, Jumat lalu (22/8/2014).

Juda mengatakan bahwa tujuan dari aturan tersebut bukan untuk membatasi atau melarang kerja sama untuk berutang ke luar negeri. Bank sentral tidak melarang utang luar negeri, tetapi sebaiknya dilakukan hedging guna melindungi risiko terkait valas.

"Boleh (berutang ke luar negeri), tetapi dengan rambu-rambu. Misalnya, melalui hedging (lindung nilai). Dia (korporasi) harus melakukan hedging," kata Juda.

Hingga bulan Juli 2014 lalu, ULN Indonesia mengalami peningkatan sebesar 8,6 miliar dollar AS menjadi 284,9 miliar dollar AS. Kenaikan utang sebesar 3,1 persen tersebut adalah dampak dari peningkatan kepemilikan nonresiden atas surat utang maupun pinjaman sektor swasta dan publik.

Peningkatan kepemilikan nonresiden atas surat utang yang dikeluarkan sektor swasta mencapai angka 4,2 miliar dollar AS dan sektor publik menembus nilai 1,2 miliar dollar AS. Sementara itu, pinjaman luar negeri sektor swasta sebesar 1,6 miliar dollar AS yang melampaui turunnya pinjaman luar negeri sektor publik senilai 0,8 miliar dollar AS.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita