121 Senin, 25 Agustus 2014 | 09:34:53

Karena Infrastruktur, Investasi Jepang ke Indonesia Menurun

Karena Infrastruktur, Investasi Jepang ke Indonesia Menurundeteksi

Berbarengan dengan adanya pengetatan kebijakan moneter yang masih terus berjalan di Indonesia, realisasi investasi dari Jepang pada kuartal II 2014 mengalami penurunan paling signifikan. Penurunan investasi yang terjadi yaitu sebesar 48,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 589,8 juta AS dollar. Padahal, Jepang adalah penanam investasi terbesar ke Indonesia yang berasal dari kelompok negara Asia di luar Asean. Penurunan investasi dari Jepang tersebut sangat disayangkan adanya karena sumber investasi Indonesia menjadi sangat berkurang.

Mahendra Siregar yang merupakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai bahwa penurunan investasi dari Jepang disebabkan golongan investasi Negeri Matahari Terbit itu masuk dalam jangkauan menengah dan panjang sehingga tidak dapat mengalami kenaikan dan penurunan secara singkat.

"Mereka melihatnya tidak dalam perspektif dalam satu tahun naik atau turun. Tetapi akan betul-betul bisa naik tinggi dikaitkan juga dengan seberapa efektif kegiatan perbaikan yang sifatnya struktural Indonesia," jelas Mahendra.

Data BKPM memperlihatkan realisasi Jepang menampilkan adanya tren penurunan pada waktu investasi dari Singapura terus menunjukkan terjadinya peningkatan. Realisasi investasi dari Singapura pada kuartal II 2014 senilai 2.112,8 juta AS dollar atau mengalami peningkatan sebesar 54,9 persen dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yaitu dengan nilai 1.364,2 juta AS dollar.

Mahendra menyebutkan bahwa investor dari Jepang kerap kali mengeluhkan soal sistem logistik dan infrastruktur yang ada di Indonesia. Dengan begitu, ia menilai, pemerintahan baru nantinya harus memperbaiki sistem logistik maupun infrastruktur pendukung sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Tetapi masih cukup yakin perkembangan investasi Jepang ke Indonesia akan terus meningkat nantinya," papar Mahendra.

 

 

Sumber: bisnis

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita