150 Jum'at, 22 Agustus 2014 | 16:05:44

Jatah anggaran rumah mantan Presiden mengikuti harga Pasar

Jatah anggaran rumah mantan Presiden mengikuti harga PasarIstana Negara - Rumah Presiden ketika menjabat

Kabinet Indonesia Bersatu hampir usai, Pemimpin kabinetpun, yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melepaskan masa jabatannya pada akhir tahun ini. Lantas, berapakah nilai pensiun Presiden itu? Saat harga tanah sekarang sedang naik jauh, berapa tunjangan rumah yang didapat oleh presiden?

Secara terbuka, Direktorat Jenderal Anggaran Kementrian Keuangan Askolani mengaku telah mempersiapkan anggaran rumah yang masuk dalam tunjangan pensiunan Presiden dan Wakil Presiden. Dan kepastian pagu anggaran rumah sekarang sedang dalam tahap menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Askolani mengatakan bahwa anggaran rumah bagi pensiunan Presiden dan Wapres sudah dalam Pagu APBN-Perubahan 2014. Dan sedang dirampungkan oleh Kementerian Keuangan dalam draft PMK sehingga bisa terbit untuk penentuan pagu anggaran.

Untuk nilai anggaran rumah bagi mantan presiden dan Wapres berdasarkan Keputusan Presiden No 82 Tahun 2004, mencatat bahwa anggarannya mencapai Rp 20 miliar untuk rumah. Namun, dalam aturan baru, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) No 52 Tahun 2014 mengenai Pengadaan dan Standar Rumah bagi Mantan Presiden atau Mantan Wakli Presiden, Harga rumah tidak disebutkan lagi.

Masih menurut Askolani, nilai Rp 20 miliar itu adalah berdasarkan harga rumah yang dulu, sedangkan kenaikan harga properti saat ini sudah jauh diatas inflasi. Sehingga kemungkinan nilai harga rumah mantan presiden dan Wapres akan melonjak. Perhitungannya juga akan disesuaikan dengan harga pasar dan lokasi, namun tetap akuntabilitas, pembatasan luas, jumlah kamar dan nilai bangunannya.

Sumber : Harianterbit & Liputan6

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita