131 Rabu, 20 Agustus 2014 | 11:02:23

Tak Puas Soal Sengketa Lahan, Rumah Staf Kecamatan Dibakar

Tak Puas Soal Sengketa Lahan, Rumah Staf Kecamatan Dibakartribunnews

Sekelompok orang tidak dikenal membakar rumah staf Kecamatan Wulandoni, Lembata, Minggu (17/8/2014). Mereka melakukan hal tersebut lantaran diduga tidak puas dengan penanganan sengketa batas wilayah antara Desa Wulandoni dan Desa Pantai Harapan yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Bentrok juga menimbulkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka. Rumah yang dibakar tersebut merupakan rumah milik Aloysius Kewa Aman.

Kejadian ini terjadi di tengah bentrok antar-warga terkait sengketa batas wilayah itu.

“Massa yang saling klaim wilayah (tanah) kesal karena camat tidak mengurus persoalan itu sehingga mereka lampiaskan dengan membakar rumah staf kecamatan dan melempari rumah dinas camat,” ujar Viktor Mado Watun selaku Wakil Bupati Lembata, Minggu (17/8/2014).

Dampak dari pembakaran tersebut, seluruh barang-barang yang berada di rumah Aloysius habis terbakar. Dia dan Camat Wulondoni yaitu Yohanes Dedeo Arimon, pun memutuskan untuk sementara mengungsi ke Lewoleba, ibu kota Lembata. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi kejadian atau insiden lain yang tidak diinginkan

“Bentrokan terjadi dari Minggu siang sampai sekarang (Minggu malam,). Penyebab utamanya adalah masalah tanah dan juga batas antara kedua desa,” ungkap Yohanes. Bentrokan yang terjadi tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan lima orang luka berat.

Lima korban yang menderita luka berat itu adalah Yoseph Kewoi seorang warga Desa Belobao, Romanus Atawolo seorang warga Desa Atawolo, Rinhus seorang warga Desa Wulandoni, Dore asal seorang warga Desa Pantai Harapan, dan Jamal Taran seorang warga Desa Pantai Harapan. Adapun korban meninggal yaitu Karinus Manuk.

 

 

Sumber: tribunnews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita