196 Rabu, 13 Agustus 2014 | 14:34:46

Aset KAI di Semarang Diambil Alih Warga

Aset KAI di Semarang Diambil Alih Wargatribunnews

Sejak 2012 sampai 2014, PT KAI Daerah Operasional (Daop) IV Semarang masih menyelesaikan masalah sengketa aset miliknya di beberapa daerah di Kota Semarang. Kini, dari total luas aset milik PT KAI di Daop IV mencapai 25 juta meter persegi, kurang lebih 101 ribu meter persegi di antaranya tengah dalam proses sengketa dengan penduduk sekitar rel.

Rifani Sari selaku Manager Hukum PT KAI Daop IV Semarang, menyatakan bahwa saat ini ada 15 kasus sengketa lahan antara penduduk dengan PT KAI. Dari jumlah tersebut, 10 kasus di antaranya telah diproses Pengadilan Negeri (PN) setempat sementara 5 kasus lainnya dalam penanganan PTUN.

"15 kasus rebutan aset tanah dengan warga itu, 14 kasus di antaranya kami menang dan satu kali kalah saat bersengketa dengan warga Kelurahan Purwosari Semarang," kata Rifani, di kantor PT KAI Daop IV Semarang, Senin (11/8/2014).

Rifani menilai, terdapat aset tanah dengan luas 29.470 meter persegi di area sengketa wilayah Purwosari yang dimenangkan oleh 9 penggugat. Karena kekalahan itu, PT KAI menanggung kerugian besar.

"Materi gugatan yang kalah ini terkait sengketa kepemilikan aset tanah. Tapi kerugiannya masih dihitung karena masih diproses di PTUN," jelasnya.

Walau kalah sengketa, pihaknya mengaku akan tetap menertibkan aset-aset milik PT KAI yang kini masih ditempati oleh penduduk. Karena, selain sengketa aset tanah, PT KAI juga menemukan banyak kepemilikan sertifikat bangunan secara ilegal.

Selain di Purwosari Semarang, PT KAI juga sedang memproses sengketa lahan dengan warga seperti di Jalan Sidodadi, Jalan Veteran dan Jalan Ronggowarsito.

 

 

Sumber: merdeka

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita