272 Rabu, 13 Agustus 2014 | 14:31:05

Pendeta Jadi Terdakwa Gugatan Perampasan Tanah Gereja

Pendeta Jadi Terdakwa Gugatan Perampasan Tanah Gerejaskalanews

Mety Assa, seorang pendeta di Kabupaten Tangerang dilaporkan donaturnya karena diduga menggelapkan sumbangan gereja yang dipimpinnya. Sebelum disidang, Mety pernah melaporkan Ahmad Fikrie Chaibary yang merupakan seorang notaris atas dugaan perampasan akte jual beli (AJB) gereja GPDI di Tanjung Burung, Kabupaten Tangerang. Senin (11/82014) ini, Mety disidang di Pengadilan Negeri Tangerang. Sementara kasus perampasan tanahnya justru belum.

Pada sidang yang dipimpin oleh Dehel Karel Sandan itu, hadir empat orang saksi yaitu Buntoro Hasan sebagai pelapor, Stenly, Gunawan Oktamiya, Hanny F Lotaan. Semua saksi memberatkan Mety sebab laporan keuangan yang diminta Buntoro Hasan dari Mety mereka bantah. Mereka mengaku tidak mendapat uang dengan jumlah sesuai dalam laporan tersebut.

Seperti yang dikatakan Hanny yang merupakan Ketua GPDI di Selapajang, dia tidak mendapat uang sebagaimana dalam laporan yang ditujukan kepada donatur.

"Saya melayani ceramah sebagai pengganti. Saya biasa mendapat Rp 200 ribu, tetapi dalam laporan keuangan saya mendapat Rp 700 ribu-Rp 1 juta. Memang ada juga yang dapat segitu, tetapi tidak selalu segitu," ungkap Hani.

Sementara Buntoro mengatakan bahwa sebenarnya dia ikhlas dalam memberikan sumbangan tersebut. Namun dia kecewa jika tidak sesuai dengan laporan. "Sebenarnya ikhlas, tetapi saya ingin seluruhnya sesuai," ujarnya.

Mety akhirnya disidang setelah Buntoro melaporkannya ke Polsek Teluknaga karena Mety melaporkan notaris Ahmad Fikrie Chaibary ke Polda Metro Jaya.

Sebab, Mety menduga Ahmad Fikrie Chaibary berusaha merubah AJB dari nama suaminya, Hance Muaya menjadi anak mantu Buntoro. Tetapi, para penyidik Polda Metro Jaya menunjukkan hasil penyidikan bahwa atas laporan Mety, penyidik menemukan adanya tandatangan identik yang ditandatangani sendiri olehnya untuk akte jual beli tersebut.

Pihak Mety menilai perubahan AJB dilakukan tanpa berdasarkan kemauan Mety. Ia berkata, Buntoro tertarik dengan tanah di gereja tersebut setelah suaminya wafat, alhasil Buntoro diduga secara diam-diam ingin merubah AJB.

Mety sendiri melaporkan Ahmad Fikrie Chaibary tanggal 21 September 2013 karena diduga memalsukan tandatangan. Sementara Buntoro melaporkan Mety tanggak Oktober 2013.

 

 

Sumber: merdeka

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita