95 Senin, 11 Agustus 2014 | 14:28:05

Rata-Rata Bunga Kredit Perbankan Naik Menjadi 12,77 Persen

Rata-Rata Bunga Kredit Perbankan Naik Menjadi 12,77 Persenmoneter

Bank Indonesia atau BI mencatat suku bunga kredit industri perbankan masih mengalami peningkatan. Hal yang sama juga berlangsung terhadap suku bunga simpanan terutama deposito. Melansir dari Statistik Moneter dan Fiskal Bank Indonesia, rata-rata suku bunga kredit industri perbankan pada Juni 2014 lalu tercatat 12,77 persen. level itu mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tercatat berada pada level 12,27 persen.

Dampak kenaikan suku bunga kredit itu adalah penyaluran kredit perbankan pada Juni lalu mengalami tren perlambatan seiring dengan moderasi permintaan domestik.

Kredit perbankan tercatat sebesar Rp 3.493,5 triliun tumbuh hingga 16,6 persen (year on year), mengalami perlambatan bila dibandingkan Mei 2014 yang tercatat tumbuh hingga 17,4 persen (year on year).

Kredit yang disalurkan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Juni 2014 tercatat sebesar Rp 651,3 triliun, tumbuh hingga 11,6 persen (year on year), mengalami perlambatan bila dibandingkan dengan Mei 2014 yang tercatat sebesar 13,8 persen (year on year).

Pangsa Kredit UMKM tersebut mencapai 26 persen dari total kredit produktif pada Juni 2014 lalu.

Suku bunga simpanan juga mengalami peningkatan. Dalam Statistik Moneter dan Fiskal BI, rata-rata suku bunga simpanan perbankan untuk deposito berjangka waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan pada bulan Juni 2014 masing-masing tercatat sebesar 8,29 persen, 9,11 persen, 8,98 persen dan 8,28 persen.

Level tersebut meningkat dibanding dengan Mei 2014 lalu yaitu masing-masing sebesar 8,17 persen, 8,74 persen, 8,82 persen dan 8,06 persen.

 

 

Sumber: Liputan6

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita