79 Senin, 11 Agustus 2014 | 09:55:43

Cadangan Devisa BI Mencapai 110.5 Miliar AS Dollar

Cadangan Devisa BI Mencapai 110.5 Miliar AS Dollarkeuangan.kontan

Indonesia mencatatkan perbaikan sumber-sumber valasnya. Semenjak awal tahun, posisi cadangan devisa negara terus mengalami kenaikan. Bank Indonesia (BI) membukukan cadangan devisa dari 107,7 miliar AS dollar pada Juni menjadi 110,5 miliar AS dollar pada Juli 2014. Tirta Segara selaku Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI menyatakan, peningkatan cadangan devisa tersebut berasal dari penerbitan Euro Bonds. Sumber lainnya yaitu penerimaan devisa hasil ekspor migas pemerintah yang melampaui pengeluaran pembayaran utang luar negeri.

"Penerimaan devisa yang tinggi juga merupakan dampak positif dari aliran masuk modal asing," ujar Tirta.

Mengacu data kepemilikan Surat Berharga Negara atau SBN yang diperdagangkan, per Juli 1024 investor asing mempunyai 36,33 persen dari total obligasi yang dirilis pemerintah. Yaitu sebesar Rp 418,26 triliun dari jumlah sebesar Rp 1,151,18 triliun. Porsi kepemilikan asing tersebut adalah yang paling besar selama setahun belakangan.

Tirta menyebutkan, posisi cadangan devisa per akhir Juli bisa membiayai 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri. Nilainya juga setara di atas standar kecukupan internasional yang berkisar tiga bulan impor.

"Kami menilai kenaikan cadangan devisa berdampak positif dalam memperkuat ketahanan sektor eksternal, dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi ke depan," katanya.

Selain kenaikan cadangan devisa, Indonesia juga mempunyai kepercayaan diri dalam menangani krisis karena dibantu oleh negara tetangga. Salah satunya Indonesia menjadi anggota perjanjian Chiang Mai Initiative Multilateralism (CMIM). Dalam perjanjian ini, negara akan mendapatkan fasilitas bantalan krisis.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo menyatakan, nilai komitmen perjanjian tersebut naik dari 120 miliar AS dollar menjadi 240 miliar AS dollar. Selain itu, perjanjian juga menggunakan  poin fasilitas CMIM Precautionary Line yang dapat mencegah krisis.

Agus menilai, perjanjian itu akan memperkuat jaring pengaman keuangan regional bagi anggota CMIM. Khususnya dalam menghadapi potensi ataupun masalah neraca pembayaran, juga kesulitan likuiditas jangka pendek.

"Perkembangan global yang akan datang tidak boleh dianggap enteng. Indonesia juga mengantisipasi dinamika dunia yang terus berjalan, jadi mesti mempersiapkan diri," paparnya.

 

 

Sumber: JPNN

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita