221 Selasa, 12 Agustus 2014 | 15:50:39

Demo Tolak Bangun Apartemen Dipimpin Dirut PT Monorel DKI

Demo Tolak Bangun Apartemen Dipimpin Dirut PT Monorel DKIlexingtonapartement

Aksi penolakan pembangunan apartemen Lexington oleh ratusan warga perumahan Deplu, Jakarta Selatan, dipimpin seorang politisi senior yaitu Erros Djarot dan anaknya Banyu Biru Djarot. Aksi tersebut cukup besar karena memakan separuh badan jalan. Demo tersebut diadakan guna memprotes pembangunan apartemen, karena bangunan tersebut diduga belum mengantongi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), tetapi telah dipasrahkan.

"Belum ada analisis dampak lingkungan, karena belum ada diskusi dan musyawarah dengan warga dari RT 01 sampai 03 di RW 03 Bintaro. Apa ini bukan tindak pembohongan dan pembobolan uang konsumen? Karena apartemen yang mereka beli belum mengantongi IMB dan Amdal," ujar Erros pada beberapa wartawan, di Jakarta, Senin (11/8/2014).

Erros mengatakan, selain itu alasan lain warga Deplu Bintaro menolak pembangunan apartemen tersebut adalah tidak ingin Jalan Deplu Raya yang merupakan penyebab kemacetan atau bottleneck menjadi bertambah parah macetnya.

Ia juga menilai bahwa lebih dari 300 penghuni apartemen tersebut akan menambah jumlah kendaraan yang melintasi Jalan Deplu Raya. "Pekerja mau kena macet berapa jam yang tinggal di Deplu Bintaro dan sekitarnya?" tandasnya.

"Hak wong cilik dirampok secara elegan oleh mereka," lanjutnya.

Selain Erros, putranya Banyu Biru juga menyesalkan dibangunnya apartemen tersebut. Ia menganggap, selain belum mendapatkan izin warga, pembangunan tersebut akan merusak ketersediaan air tanah.

"Belum lagi jalan Deplu Raya tengah telah dihilangkan pihak Lexington dan dijadikan bagian dari halaman mereka," ungkap Banyu.

Banyu selaku Direktur PT Monorail Jakarta pun ingin, Gubernur DKI Jakarta Jokowi memperhatikan masalah tersebut. Ia berharap Jokowi bisa mengambil tindakan tegas terhadap pengembang yang membangun apartemen itu karena belum memenuhi Amdal dan izin dari warga.

"Macet dan air adalah janji Jakarta Baru. Kami yakin wong cilik akan dibela. Janji Indonesia Baru kami mulai dari warga terdekat, yaitu tetangga serta kampung kami." tegas Banyu.

 

 

Sumber: Liputan6

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita