129 Kamis, 07 Agustus 2014 | 11:34:49

Jokowi Bikin Pasar Properti Membaik

Jokowi Bikin Pasar Properti Membaikokezone

Terpilihnya Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden baru dinilai menyebabkan kebangkitan pasar properti pada semester II 2014. Setelah pada semester I banyak pengembang dan investor menangguhkan investasi. Hasil pemilu tersebut juga dianggap positif dan menguatkan keyakinan pasar atas masa depan sektor properti dalam negeri. Apalagi transaksi aktif terjadi saat Ramadhan dan Idul Fitri, yang memberikan tanda bahwa optimisme pasar properti mulai membaik.

Hal itu disebutkan Hendra Hartono selaku konsultan properti sekaligus CEO Leads Property Indonesia dan Jopy Rusli selaku CMO Lippohomes, pada Kompas.com, Senin (4/8/14).

Hendra menilai, secara umum sektor properti bakal kembali normal dan makin tumbuh positif. Ditunjukkan oleh kembali aktifnya aksi konsumsi di subsektor retail dan investasi di subsektor industri. Khusus di subsektor kawasan industri, berhubungan kuat dengan investasi jangka panjang yang sangat bergantung pada pembangunan infrastruktur.

"Nah pembangunan infrastruktur ini yang diharapkan dapat digenjot secara paralel oleh pemerintahan yang baru," kata Hendra.

Hal senada akan berlaku pada subsektor residensial. Kebutuhannya akan semakin naik karena arus urbanisasi cenderung meningkat pasca Idul Fitri. Jopy menilai, kebutuhan tinggi bukan hanya di kota-kota lapis pertama, tetapi juga kawasan pinggiran yang mempunyai lahan terbatas dengan harga tinggi dan terhubung dengan jaringan transportasi dan infrastruktur utama.

"Para kaum urban ini tentu saja membutuhkan hunian yang nyaman dan dekat dengan tempat aktivitas mereka sehari-hari. Dan apartemen merupakan opsi utama yang dipilih, mengingat menawarkan kepraktisan, kenyamanan, dan keamanan," ungkap Jopy.

Joy mengimbuhkan, kepercayaan pasar yang tinggi disambut Lippohomes dengan meluncurkan tower kedua yaitu Embarcadero Park sebanyak 366 unit. Apartemen ini akan diberi harga lebih tinggi dibanding tower pertama Rp 16 juta sampai Rp 20 juta per meter persegi.

"Kami akan mematok harga lebih tinggi dari itu. Saat ini sedang dikaji potensi harga yang dapat diterima pasar. Targetnya kuartal ketiga tahun ini akan kami lansir," tambahnya.

Hendra menilai, sedangkan untuk subsektor perkantoran masih stabil karena ekspansi bisnis perusahaan sudah dilakukan sebelumnya. Yang hendak relokasi cenderung telah meneruskan sewa untuk beberapa tahun ke depan.

"Yang paling penting jangan ada kerusuhan. Selama ada stabilitas politik dan keamanan harusnya investasi akan deras terjadi. Demikian halnya dengan modal asing, karena Indonesia tetap jadi salah satu target investasi asing di sektor properti Asia," ujar Hendra.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita