137 Rabu, 06 Agustus 2014 | 11:54:29

Warga Gugat Bank Dunia, Menteri PU, dan Gubernur

Warga Gugat Bank Dunia, Menteri PU, dan Gubernurpanoramio

Sebanyak 22 warga korban proyek Waduk Kedungombo (WKO) menggugat Bank Dunia, Menteri Pekerjaan Umum (PU), serta Gubernur Jawa Tengah sebesar Rp 12,68 miliar secara tanggung renteng dalam sengketa lahanWaduk Kedungombo. Gugatan tersebut disidangkan pada hari Selasa (5/8/14) di Pengadilan Negeri Semarang. Arif Sahudi selaku kuasa hukum warga korban Waduk Kedungombo mengatakan bahwa dasar gugatan tersebut yaitu karena proyek waduk tidak dilengkapi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) atau Studi Evaluasi Lingkungan (SEL).

Terlebih lagi, antara para warga dengan Provinsi Jateng belum menemukan kesepakatan atas besaran ganti rugi pada proses musyawarah. Proses pembebasan tanah tentang penetapan ganti rugi tanah berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 3/1973 junto Nomor 15/1975. Jadi, para pewaris dan penggugat berhak menolak apabila tak ada kesepakatan tentang ganti rugi.

"Tidak ada alasan baru dalam gugatan kedua ini, kami tentu boleh mengajukan gugatan lagi. Pada gugatan sebelumnya pada 1994, kami pernah menang di tingkat Kasasi Mahkamah Agung, tapi keputusannya kemudian dianulir oleh putusan Peninjauan Kembali (PK) yang beranggapan gugatan tidak dapat diterima," ungkapnya.

Saat ini, warga Kedungombo sudah memperbaiki gugatan yang didaftarkan pada 21 Mei 2014 lalu dan kembali menggugat di PN Semarang.

Menurut dia, dasar lain gugatan itu karena pada 2 Mei 1987 tanpa sepengetahuan warga, gubernur mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang pedoman besaran ganti rugi dalam proyek WKO yang dilaksanakan dengan adanya intimidasi dan pemaksaan aparat pemerintahan. Tetapi, pada 1 Januari 1989 pintu air WKO ditutup secara bertahap dan airnya menggenangi tanah-tanah dan rumah-rumah sehingga merugikan penduduk.

Sebelumnya, Gubernur Ganjar Pranowo dalam teleconverence di Studio Mini Kantor Gubernur mempersilakan warga Kedungombo yang sudah puluhan tahun tidak mendapat ganti lahan untuk menggugat. Ganjar malah senang karena warganya menempuh jalur hukum untuk mendapatkan haknya.

 

 

Sumber: Suaramerdeka

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita