317 Rabu, 06 Agustus 2014 | 11:45:46

Pemkot Balikpapan Selesaikan Sengketa Lahan Waduk Teritip

Pemkot Balikpapan Selesaikan Sengketa Lahan Waduk Teritipkotabalikpapan

Pemerintah kota Balikpapan memastikan bakal menuntaskan masalah sengketa lahan di Waduk Teritip. Masalah pembebasan lahan di lokasi proyek untuk mengatasi krisis air di Kota Minyak tersebut mencapai titik klimaks. Seperti itulah yang dijelaskan oleh Suryanto selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Balikpapan pada Kaltim Post, Senin (4/08/14) lalu.

Dia mengatakan, pembebasan lahan proyek Waduk Teritip belum butuh bantuan Pemprov Kaltim sebagai mediator. Alasannya, kini pemilik lahan yang bersengketa itu telah memberi sinyal baik untuk melepaskan lahannya guna dijadikan waduk. “Sekarang lagi negosiasi harganya,” ungkap Suryanto.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa Pemkot juga membutuhkan lahan seluas 17,5 hektare. Areal itu dibutuhkan untuk tanah bagian atap atau top soil yang dibuang. “Ini juga sudah ada orang yang bersedia tanahnya menampung top soil,” katanya.

Suryanto memohon pengertian dari berbagai pihak yang dianggap telah bersengketa terhadap lahan yang akan dibebaskan di Waduk Teritip. “Uangnya sudah ada. Ini hanya menyelesaikan masalah sengketa,” ujarnya. “Kami juga akan menghitung ganti rugi tanam tumbuh,” lanjutnya.

Dinyatakan bahwa kemajuan pembangunan Waduk Teritip sampai saat ini sudah mencapai 20 persen. pihaknya yakin bahwa pada tahun 2016 proyek yang dianggarkan dengan kontrak tahun jamak dari APBN ini akan tuntas.

Sengketa lahan di proyek Waduk Teritip yang menyusahkan pembebasan lahan, sebelumnya menjadi perhatian DPRD Kaltim Nicolas Pangeran. Wakil Rakyat asak Kota Minyak ini menganggap, Walikota Balikpapan perlu meminta bantuan Pemprov Kaltim untuk memediasi masalah tersebut.

Dia mengatakan, tetapi jika Pemkot Balikpapan dapat menuntaskan sendiri, maka Pemprov Kaltim tidak perlu ikut campur.

Proyek Waduk Teritip sudah diresmikan pekerjaannya oleh Djoko Kirmanto selaku Menteri Pekerjaan Umum pada tanggal 11 April 2014 lalu. Proyek ini membutuhkan biaya sebesar Rp 270 miliar yang dianggarkan dengan skema multiyears contract atau MYC.

 

 

Sumber: Kaltimpost

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita