116 Senin, 04 Agustus 2014 | 11:47:47

Indonesia Harus Temukan Pasar Baru Demi Pertumbuhan Ekonomi

Indonesia Harus Temukan Pasar Baru Demi Pertumbuhan Ekonomibisnis

Aviliani selaku Sekretaris Komite Ekonomi Nasional atau KEN menyatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi seharusnya membuat Indonesia lebih aktif mencari ruang pasar baru untuk produk ekspornya. Indonesia harusnya bukan hanya mengandalkan Cina dan India sebagai negara tujuan utama ekspor. Selama tahun 2014, volume ekspor ke Cina mencapai 12,64% dari seluruh jumlah ekspor Indonesia. Dengan itu, Cina dapat dikatakan menjadi negara tujuan ekspor terbesar sedangkan India menempati posisi ke-4 dengan jumlah ekspor mencapai 7,82%.

"Kita tidak mencari market baru. Market kita hanya Asean plus China yang lain kecil-kecil. Bangladesh, Afrika Selatan, Timur Tengah itu yang belum dijajaki," ujar Aviliani.

Menurut dia, dengan ruang pasar yang lebih luas dan bervariasi Indonesia dapat memperkecil dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Walaupun begitu, Athor Subroto seorang peneliti dari Universitas Indonesia mengungkapkan tidak mudah untuk membuka pasar baru yang dapat menerima produk Indonesia sebesar Cina dan India. ” Sebenarnya ini masalah lebih ke politis juga, tidak ada yang sebesar China dan India," ungkap Athor, Minggu (3/8/2013).

Ia menekankan bahwa Cina dan India adalah 2 negara yang masih berani mengimpor batubara dan minyak sawit mentah secara besar-besaran dari Indonesia di tengah isu negative yang menaungi 2 komoditas tersebut.

Rizal Affandi Lukman selaku Deputi Koordinasi Kawasan Ekonomi Kemenko tidak menyangkal perlambatan ekonomi itu dapat mempengaruhi kinerja ekspor. Tetapi ia mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki ruang besar untuk meningkatkan dedikasi perdagangan bagi perekonomian dalam negeri.

"Dari sisi perdagangan sebetulnya porsi kita dalam perekonomian itu masih rendah. Ini hanya 24% terhadap GDP, jadi masih banyak ruang yang masih bisa kita tingkatkan," kata Rizal. Dia melanjutkan, dibandingkan dengan negara Asean lain, sektor perdagangan Indonesia masih rendah.

 

 

Sumber: bisnis

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita