79 Senin, 04 Agustus 2014 | 10:57:53

Kampung Deret Dijadwalkan akan dibangun Agustus ini

Kampung Deret Dijadwalkan akan dibangun Agustus iniKampung deret di senen - antara dok

Pembangunan kampung deret akan segera dilaksanakan pada Agustus 2014 ini. Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI, Jonathan Pasodung mengatakan bahwa pembangunan kampung deret tahun 2014 segera terealisasi, kalau memungkinkan bulan agustus ini sudah harus jalan.

Di lain pihak, proses pencairan anggaran pembangunan kampung deret ternyata tidak bisa segera cair. Tim evaluasi masih harus mendata serta menyeleksi penerima dengan ketat berdasarkan nama, lokasi dan alamat sesuai dengan wilayahnya masing-masing dan dikelola oleh setiap walikota Jakarta. Jonathan juga mengatakan akan mengikuti arahan dari BPK untuk tidak membangun kampung deret di pinggir kali, pinggir jalan, dan ruang terbuka hijau.

Setelah calon penerima rumah terseleksi, Dinas menyodorkan daftar nama dan lokasi ke Gubernur untuk kemudian disetujui oleh Gubernur dan akhirnya anggaran dicairkan oleh BPK Daerah.

Dinas Perumahan DKI menganggarkan Rp 400 miliar untuk membangun kampung deret di 74 lokasi di Jakarta. Dibandingkan pada tahun sebelumnya hanya Rp 214 miliar untuk 26 lokasi. Namun Jonathan juga mengatakan bahwa jumlah lokasi, penerima dan besar dana bisa berkurang dari target awal.

Demikian juga dikatakan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI, Endang Widjajanti bahwa dana bisa saja dalam dua jam cair, asalkan sesuai dengan ketentuan. Demikian juga dengan dana bansos dan hibah bisa cair asal sesuai dengan PerMenDagri No 39 tentang Pedoman Pemberian Dana Bantuan Sosial dan Hibah. "Prinsipnya, sesuai syarat maka dana bisa digunakan" kata Endang.

Namun dari pihak Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono mengatakan bahwa pemerintah kotanya belum menyetujui pembangunan Kampung Deret untuk tahun ini. Alasannya hasil evaluasi menunjukkan rumah yang diusulkan tidak sesuai dengan kateguri rumah yang bisa diubah menjadi kampung deret, sebabnya berdiri di tempat yang salah, seperti ruang terbuka hijau (RTH).

Sumber : Koran Tempo

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita