204 Sabtu, 26 Juli 2014 | 11:59:50

Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Dipercepat

Pembangunan Pelabuhan Cilamaya Dipercepattempo

Setelah pernah tertunda karena persoalan pipa minyak bawah tanah milik Pertamina Hulu Energi yang terletak di bawah lahan pembangunannya, proyek Pelabuhan Cilamaya akan dilanjutkan pengerjaannya. MS Hidayat selaku Menteri Perindustrian menyatakan bahwa pemerintah bakal secepatnya merelokasi pipa tersebut ke tempat yang tidak mengganggu jika pelabuhan itu sudah mulai beroperasi. Hidayat membuat pernyataan di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan pada hari Kamis (24/7/2014). Dia menuturkan, "Pelabuhan Cilamaya, kemungkinan akan dipercepat pembangunannya di akhir 2015. Sekarang masih ada masalah teknis karena areanya masih tertanam pipa minyak milik Pertamina yang harus direlokasi, itu sedang dilakukan."

Dia menegaskan, Pelabuhan Cilamaya ini adalah usulan oleh investor Jepang yang hendak mengembangkan kawasan industri Cikampek dan Karawang. "Itu ada 2 ribu ha yang akan dikembangkan dan menjadi industri otomotif, elektronik, IT. Mereka ingin mengurangi hambatan sekaligus  juga bisa ke kompetitifnes dalam jangka panjang," ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan bahwa Pelabuhan Cilamaya dinilai penting karena Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi andalan saat ini menghadapi banyak masalah contohnya tingkat kongesti yang tinggi.

"Makanya pemerintah sepakat dengan pemerintah Jepang untuk menangani proyek strategis ini dan tidak menggunakan APBN. Jadi Cilamaya ini pakai public privat partnership (PPP) kita dengan Jepang, konsultannya JICA yang semi goverment Jepang, dan investasi dari pemerintah daerah dan swasta," ungkapnya.

Hidayat juga meyakinkan bahwa pengelolaan pelabuhan ini akan dilaksanakan oleh pihak Jepang dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan kesempatan perusahaan lokal seperti PT Pelindo untuk melaksanakan pengelolaan pada pelabuhan tersebut hampir dikukuhkan tidak akan terjadi.

"Jadi nanti dipastikan mereka (Jepang) punya hak pengelolaan dalam jangka tertentu kemudian dikembalikan ke Indonesia. Jadi berkembangnya invetasi baru di Karawang dan Cikampek bisa diakomodasi di Cilamaya. Sedangkan sisanya di Bekasi, Cikarang, dan Jakarta itu bisa melalui Kalibaru (Pelabuhan yang dikelola Pelindo), sehingga Pelindo tidak masuk (ke Cilamaya). Itu sudah disetujui," pungkasnya.

 

 

Sumber: Liputan6

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita