139 Sabtu, 19 Juli 2014 | 11:57:44

Gedung Sekretariat ASEAN Diintegrasikan dengan Jalur MRT

Gedung Sekretariat ASEAN Diintegrasikan dengan Jalur MRTnews.viva

Pemerintah akan membangun perluasan Gedung Sekretariat ASEAN dengan mengambil lahan yang dulunya adalah kantor Walikota Jakarta Selatan yang bertempat di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Proses penyerahan gedung milik Pemprov DKI itu kepada pemerintah pusat diagendakan bakal dilaksanakan pekan mendatang. Rizal Affandi Lukman selaku Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian mengatakan, langkah selanjutnya dari pemindahan tersebut, selain berupa perluasan, juga akan dilakukan integrasi dengan pembangunan Mass Rapid Transit atau MRT.

"Tadi juga dibahas mengenai fasilitas nanti bisa terintegrasi dengan pembangunan MRT di sekitar situ," ujar Rizal setelah bertemu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balaikota Jakarta, Jumat (18/7/2014).

Lokasi Gedung Sekretariat ASEAN dan bekas kantor Walikota Jakarta Selatan letaknya berdekatan dengan pembangunan stasiun MRT di area Blok M. Dengan pengintegrasian jalur MRT dengan Gedung Sekretariat ASEAN, pemerintah berharap akses masuk Gedung Sekretariat ASEAN akan menjadi lebih gampang.

Selain itu, ke depannya bakal ada banyak sekali kegiatan yang akan dilaksanakan di gedung tersebut. Jadi arus lalu lintas nantinya akan semakin banyak mengarah ke kawasan itu. Maka, integrasi dengan MRT diharapkan dapat menjadi langkah untuk mengurangi pengguna kendaraan pribadi. Karena warga akan mudah mengakses transportasi umum.

"Supaya orang yang akan ke Sekretariat ASEAN dapat mudah aksesnya dari jalur-jalur MRT yang akan dibangun. Jadi tadi dibahas konsep yang terintegrasi," tegas Rizal.

 

 

 

Sumber: Liputan6

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita